PUBLIKKALTIM.COM – Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi menilai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung merupakan hal yang wajar. Menurutnya, agenda tersebut sekaligus menjadi pertanda kondisi kesehatan Jokowi telah pulih setelah sebelumnya dikabarkan sempat kurang fit.
Prasetyo mengatakan Partai Gerindra menyambut baik kembalinya Jokowi menjalankan aktivitas di berbagai daerah. Ia menegaskan mantan presiden tetap memiliki ruang untuk bertemu masyarakat sebagai tokoh nasional.
“Kami dari Gerindra menyampaikan selamat karena artinya beliau sudah sehat kembali, sudah fit. Sebelumnya kan sempat kurang fit,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6).
Gerindra: Safari Politik Jokowi Tidak Perlu Dipersoalkan
Prasetyo menilai tidak ada yang perlu diperdebatkan dari agenda safari politik Jokowi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hal lumrah bagi seorang negarawan.
“Kan sebagai tokoh dan negarawan saya kira enggak ada masalah juga,” ujarnya.
Jokowi Jalani Agenda Tiga Hari di Lampung
Jokowi memulai safari politik di Lampung pada Jumat (26/6). Selama tiga hari, ia akan menghadiri sejumlah agenda bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), relawan, dan masyarakat.
Ketua DPP PSI Bestari Barus sebelumnya menyatakan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep akan mendampingi Jokowi sepanjang kunjungan di Lampung. PSI juga telah mengirim tim pendahulu untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
Pada hari pertama, Jokowi dijadwalkan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Mesuji dan Tulang Bawang. Setelah itu, ia akan mengikuti Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah.
Bertemu Tokoh Adat hingga Pelaku UMKM
Pada Sabtu (27/6), Jokowi akan bertemu tokoh adat Lampung. Ia juga dijadwalkan mengunjungi Museum Transmigrasi, Desa Bagelen, dan sentra UMKM di Maliosewu.
Selain itu, Jokowi akan menghadiri kegiatan bersama relawan di Lampung.
Rangkaian safari politik akan berakhir pada Minggu (28/6). Jokowi dijadwalkan mengikuti kirab budaya, berdialog dengan pelaku UMKM, dan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Qodiri sebelum kembali dari Lampung.
(Redaksi)