Pertandingan sengit antara Argentina kontra Swiss tersebut berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu pagi waktu Indonesia. Laga krusial ini berakhir dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan skuad Albiceleste melalui babak perpanjangan waktu.
Kemenangan ini mengantarkan tim nasional Argentina melaju ke babak semifinal turnamen sepak bola akbar tersebut. Pasukan Tango selanjutnya akan menghadapi tantangan besar dari tim nasional Inggris pada perebutan tiket menuju babak final.
Petaka besar menimpa tim nasional Swiss ketika pertandingan babak kedua memasuki menit ke-72. Wasit utama Joao Pinheiro memberikan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah langsung untuk penyerang Breel Embolo.
Sebelum insiden fatal tersebut, Embolo sudah mengantongi kartu kuning pertama pada babak pertama tepatnya menit ke-44. Penyerang andalan Swiss itu menerima hukuman pertama setelah melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Argentina Leandro Paredes.
Kejadian kontroversial kemudian pecah pada menit ke-72 saat Embolo tampak terjatuh di area lapangan permainan. Kaki Leandro Paredes tampak membentur tubuh sang penyerang sehingga wasit awalnya langsung meniup peluit tanda pelanggaran.
Hakim pertandingan awalnya menilai tindakan Paredes sebagai sebuah pelanggaran aktif dan memberikan hadiah tendangan bebas untuk Swiss. Namun, petugas dari ruang kontrol video assistant referee segera mengirimkan pesan mendesak kepada wasit utama.
Petugas video meminta wasit Joao Pinheiro untuk meninjau kembali tayangan ulang di pinggir lapangan pertandingan. Pinheiro kemudian berjalan ke layar monitor guna melihat rekaman kejadian secara lebih detail, objektif, dan saksama.
Rekaman kamera membuktikan bahwa benturan kaki kedua pemain tersebut murni merupakan unsur ketidaksengajaan dari kedua belah pihak. Embolo kehilangan keseimbangan dan terjatuh sendiri setelah melakukan gerakan berputar sebelum benturan fisik terjadi.
Penerapan Aturan Baru VAR Piala Dunia 2026
Wasit menilai tindakan striker Swiss tersebut sebagai aksi tipu-tipu atau diving untuk mengelabui mata petugas lapangan. Embolo sengaja menjatuhkan diri lalu berpura-pura kesakitan guna mendapatkan keuntungan tendangan bebas dari posisi strategis.
Pinheiro akhirnya membatalkan keputusan awal lalu memberikan kartu kuning kedua bagi sang penyerang secara tegas. Keputusan berat tersebut seketika memaksa tim nasional Swiss bermain dengan sepuluh orang pemain saja hingga laga usai.
Turnamen akbar tahun ini menerapkan sistem regulasi anyar yang menyasar akurasi sanksi disiplin bagi para pemain. Aturan baru VAR Piala Dunia 2026 ini memperbolehkan perangkat pertandingan mengubah keputusan kartu berdasarkan tayangan ulang video.
Teknologi canggih ini sekarang memiliki wewenang penuh untuk memeriksa potensi kartu kuning kedua bagi seorang pemain. Regulasi lama hanya mengizinkan peninjauan video khusus untuk kasus pelanggaran kartu merah langsung dari wasit.
Pihak komite wasit menegaskan bahwa hukuman kartu kuning akibat aksi diving mempunyai landasan hukum yang jelas. Pasal 12 Laws of the Game memuat sanksi tegas bagi pemain yang sengaja melakukan simulasi di lapangan.
Media penyiaran ternama BBC melaporkan analisis mendalam mengenai keputusan dramatis dari perangkat pertandingan pada laga perempat final ini. Pengamat sepak bola internasional menilai tindakan tegas wasit sudah sesuai dengan prosedur operasional standar turnamen.
Perwakilan resmi tim Swiss memberikan keterangan pers secara terbuka mengenai kartu merah yang menimpa penyerang utama mereka. Manajemen Swiss menghormati keputusan penuh dari wasit Joao Pinheiro meskipun hasil evaluasi video ini sangat memukul mental bertanding.
Pelatih Swiss menyatakan bahwa aturan baru VAR Piala Dunia 2026 ini membawa dampak serta perubahan masif dalam jalannya permainan. Staf kepelatihan mengakui bahwa kelalaian sekecil apa pun kini akan langsung mendapat hukuman berat dari teknologi pemantau.
Kasus serupa mengenai salah identitas sebenarnya sempat terjadi pada laga fase grup antara Amerika Serikat melawan Paraguay. Saat itu, wasit membatalkan kartu kuning bek Amerika Serikat Tim Ream karena pelaku pelanggaran asli adalah Almiron.
Namun, kasus Breel Embolo mencatatkan sejarah unik yang sama sekali berbeda pada kompetisi sepak bola tertinggi dunia ini. Embolo menjadi pemain pertama yang kehilangan hadiah tendangan bebas lalu justru menerima kartu kuning kedua yang fatal.
Pengurangan jumlah pemain membuat kekuatan lini serang Swiss menurun drastis pada sisa waktu pertandingan normal dan babak tambahan. Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah personel tersebut dengan mencetak dua gol tambahan melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Gol dari dua penyerang elit Argentina tersebut mengunci kemenangan mutlak tim Tango dan menghentikan langkah impresif skuad Swiss. Swiss harus mengemas koper lebih awal sedangkan Argentina bersiap menghadapi laga klasik melawan Inggris di babak semifinal.
(Redaksi)