Final Liga Champions Lawan Madrid, Dortmund Harapkan Keajaiban

oleh -
oleh
Toni Kroos dan Marco Reus/x.com

PUBLIKKALTIM.COM – Final Liga Champions 2024 mempertemukan Borussia Dortmund dan Real Madrid.

Final itu akan digelar di Stadion Wembley pada, Minggu (2/6/2024) dini hari.

Di atas kertas Madrid sangat diunggulkan dalam laga ini, namun bukan jaminan musim ini anak asuh Carlo Ancelotti itu akan membawa gelar ke-15.

Peluang kedua kesebelasan sama besar.

Edin Terzic dan anak asuhnya bisa saja membuat El Real harus puasa gelar lagi di Eropa.

Di Jerman Dortmund kalah pamor dibanding Bayer Leverkusen yang menjadi juara Bundesliga dan DFB Pokal serta runner up Liga Europa.

Sementara Dortmund, hanya menempati peringkat kelima di Bundesliga.

Situasi tersebut menjadi motivasi bagi Mats Hummels dan kawan-kawan.

Keadaan lapar gelar tak dialami Madrid yang sudah mengemas juara La Liga dan mengamankan Supercopa de Espana, meski gagal total di Copa del Rey.

Sudah dua kali angkat piala musim ini, sebagai tim besar Madrid agaknya paham membuat para pemain tetap punya ambisi untuk menutup musim.

Berbicara potensi kejutan, Dortmund sudah melakukannya di fase grup dengan mengungguli Paris Saint-Germain (PSG), AC Milan, dan Newcastle United.

BERITA LAINNYA :  Siap Lanjutkan Kinerja Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Sebut yang Jelekkan Jokowi Antek Asing

Grup F bisa dibilang sebagai grup panas karena keempat kesebelasan memiliki kemampuan bersaing yang sama kuat.

Setelah melewati fase grup, Dortmund secara beruntun menumbangkan PSV Eindhoven, Atletico Madrid, dan PSG. Lagi-lagi Dortmund menunjukkan kemampuan menyisihkan klub-klub yang dianggap punya kualitas.

Di sisi lain Madrid lolos dari fase grup layaknya kesebelasan yang patut dipandang tinggi karena menyapu bersih enam laga dengan kemenangan.

Baru pada fase gugur Madrid mengalami kesulitan, tetapi Jude Bellingham dan kawan-kawan tetap bisa lolos dari jarum.

Kemenangan tipis atas Leipzig pada 16 besar, adu penalti atas Manchester City pada perempat final, dan kemenangan menit-menit akhir yang dramatis atas Munchen jadi bukti mental pemenang Madrid. (*)

1.093 Tayangan