PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang korban dugaan pemerkosaan berkelompok.
Kejadian tragis dialami oleh seorang wanita di Pakistan.
Wanita ini diperkosa orang tak dikenal dimalam hari setelah mobil yang dikendarainya mogok di tengah jalan. Ironisnya, seorang polisi malah menyalakan korban tersebut.
Atas kejadian ini, seorang kepala polisi di Pakistan mendapat kecaman keras pada Jumat (11/9/2020), setelah tampaknya menyalahkan korban dugaan pemerkosaan berkelompok, gara-gara mengemudi pada malam hari tanpa didampingi laki-laki.
Kontroversi dimulai setelah seorang wanita diduga diserang dan diperkosa oleh beberapa pria di depan kedua anaknya, ketika mobilnya mogok kehabisan bahan bakar.
Saat berbicara dengan media tentang insiden tersebut, kepala polisi Lahore, Umar Sheikh, berulang kali menyalahkan korban karena mengemudi tanpa ditemani seorang pun pria di malam hari.
Ia menambahkan, tak seorang pun di masyarakat Pakistan yang akan “mengizinkan saudara perempuan dan anak perempuan mereka pergi sendirian sampai larut malam.
” Sheikh melanjutkan dengan berkata, korban yang merupakan warga Perancis mungkin “salah mengira masyarakat Pakistan sama amannya” dengan negara asalnya.
Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari mengatakan, pernyataan kepala polisi itu tak bisa diterima.
“Tak ada yang bisa merasionalisasi kejahatan pemerkosaan,” ucapnya dikutip dari AFP.
Pengacara dan aktivis hak perempuan Khadija Siddiqi mengatakan kepada AFP, komentar Sheikh adalah bagian dari budaya menyalahkan korban yang “sangat merajalela” di Pakistan.
Aksi unjuk rasa rencananya akan digelar di kota-kota seluruh Pakistan hari ini, dan komentar Sheikh memicu tuntutan pengunduran dirinya.
“Kami geram, kami menuntut pelengserannya dan kami menuntut permintaan maafnya,” kata Nighat Dad aktivis hak-hak perempuan dan salah satu penyelenggara pawai hak-hak perempuan tahunan di Lahore.
Diberitakan AFP, banyak orang Pakistan yang konservatif hidup menerapkan konsep patriarki “kehormatan” yang mengatur hidup perempuan, dengan mencegah mereka misalnya saat memilih suami sendiri atau bekerja di luar rumah.
Sekitar 1.000 wanita Pakistan dibunuh dalam honor killings atau pembunuhan demi kehormatan tiap tahunnya, di mana korban yang biasanya wanita dibunuh kerabat karena membuat malu keluarga.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Wanita Diperkosa Saat Mobil Mogok, Korban Disalahkan akibat “Nyetir” Malam Hari” https://www.kompas.com/global/read/2020/09/11/165057170/wanita-diperkosa-saat-mobil-mogok-korban-disalahkan-akibat-nyetir-malam?page=all.