Klaim Jadi Pemilik Matahari, Wanita Ini Usulkan Tarif Penggunaan Sinar Surya

oleh -
oleh
Ilustrasi Matahari/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Seorang perempuan asal Spanyol, Ángeles Durán, sempat menarik perhatian dunia setelah mengklaim kepemilikan atas Matahari.

Ia berencana mengenakan biaya kepada masyarakat yang memanfaatkan energi dari Matahari tersebut.

Durán menyatakan telah mendaftarkan Matahari sebagai properti miliknya melalui notaris setempat pada September 2010.

Dalam dokumen tersebut, ia mendeskripsikan Matahari sebagai bintang tipe spektral G2 yang berada di pusat Tata Surya dengan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer dari Bumi.

Langkah tersebut muncul setelah Durán mengetahui adanya seorang pria asal Amerika Serikat yang mengaku memiliki Bulan dan beberapa planet di Tata Surya.

Menurutnya, tidak ada aturan yang secara tegas melarang individu mengklaim kepemilikan atas benda langit.

“Saya mendukung klaim saya secara hukum. Saya tidak bodoh, saya tahu hukumnya. Saya melakukannya, tetapi siapa pun bisa melakukannya, hanya saja ide itu muncul duluan di benak saya,” kata Durán seperti dikutip The Independent.

Berdalih pada Celah Hukum

Durán berpendapat bahwa perjanjian internasional hanya melarang negara mengklaim kepemilikan atas planet atau bintang.

Menurutnya, aturan tersebut tidak secara spesifik mengatur klaim yang diajukan oleh individu.

Dengan dasar itu, ia mengajukan dokumen notaris yang menyatakan dirinya sebagai pemilik Matahari.

Klaim tersebut kemudian memicu perdebatan luas mengenai hukum ruang angkasa dan hak kepemilikan atas benda-benda langit.

BERITA LAINNYA :  Kronologi Penikaman di Tepian Bandara Kalimarau, Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Meski demikian, sejumlah pengamat hukum menilai pencatatan di hadapan notaris tidak otomatis memberikan hak kepemilikan yang diakui secara internasional.

Hingga kini, tidak ada lembaga internasional maupun pemerintah yang mengakui Matahari sebagai properti pribadi milik Durán.

Ingin Kenakan Biaya Penggunaan Energi Surya

Setelah mengajukan klaim tersebut, Durán mengusulkan penerapan biaya bagi pihak-pihak yang memanfaatkan energi Matahari.

Ia bahkan telah menyiapkan skema pembagian pendapatan yang diperoleh dari pungutan tersebut.

Durán mengatakan akan menyerahkan 50 persen hasil pendapatan kepada pemerintah Spanyol.

Ia juga berencana mengalokasikan 20 persen dana untuk sistem pensiun negara, 10 persen untuk penelitian, dan 10 persen lainnya untuk membantu mengatasi kelaparan dunia.

Sementara itu, ia akan menyimpan 10 persen sisanya untuk dirinya sendiri.

“Sudah saatnya kita mulai melakukan hal-hal dengan cara yang benar,” ujar Durán.

Ia menambahkan bahwa gagasannya bertujuan menciptakan sumber pendapatan baru yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Jika ada ide untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, mengapa tak melakukannya?” pungkasnya. (*)

1.030 Tayangan