Hadiri Sosialisasi Gerakan BISA, Andi Harun Ajak Pelaku Usaha Tegakkan Disiplin Prokes

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menyerahkan stiker gerakan BISA secara simbolis, Jumat (21/5/2021)/Publikkaltim.com
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menyerahkan stiker gerakan BISA secara simbolis, Jumat (21/5/2021)/Publikkaltim.com

PUBLIKKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun hadiri acara sosialisasi gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Samarinda di Kafe Khong Djie Jalan Aga Khan Award Komplek Citra Niaga Samarinda, Jumat (21/5/2021).

Dalam kesempatan tersebut Andi Harun membuka sambutan dengan mengajak berbagai kalangan masyarakat yang hadir untuk mengucapkan jargon salam perubahan.

“Berani berubah, berani berubah, berani berubah,” teriak masyarakat.

Karakteristik masyarakat Samarinda sebut Andi Harun lebih menyukai kawasan terbuka. Kawasan terbuka menjadi tempat favorit menghabiskan waktu.

Sebab itu, menarik konteks pertumbuhan ekonomi, gerakan BISA diharapkan Andi Harun terus bersinergi dengan program pemerintah dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

“Saya terus mengimbau pelaku usaha untuk berkomitmen menerapkan protokol Covid-19 ditempat usahanya,” ujar AH sapaan wali kota.

Banner Pemkot Samarinda/ IST
Banner Pemkot Samarinda/ IST

AH berharap program ini dapat mendukung revitalisasi komplek Citra Niaga Samarinda yang sedang dicanangkan wali kota.

“Saya (Andi Harun) dan Pak Rusmadi sejak awal berkomitmen membawa Samarinda menjadi kota pusat peradaban. Harapan saya pelaku usaha bisa mendukung rencana reinkarnasi Citra Niaga yang akan segera dikerjakan tim pada tahun 2023 mendatang,” ungkapnya.

Rencana ini diungkapkan AH sedang dalam tahap pembuatan pra desain dengan menjaga ide dasar konsep perniagaan.

BERITA LAINNYA :  Samarinda Ditetapkan Penerima Program Optimasi Lahan 440 Hektare, Andi Harun: Target Kami jelas Naikkan Produktivitas

“Ide dasar Citra Niaga kolaborasi pedagang besar dan pedagang kecil. Bulan lalu saya sudah berdiskusi panjang dengan arsitek pertama Citra Niaga,” ungkapnya.

Sementara di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani mengatakan sebelum adanya gerakan BISA program ini dinamakan gerakan sadar wisata.

“Sekarang gerakan sadar wisata ini bertransformasi menjadi gerakan BISA. Gerakan Bersih, Indah Sehat dan Aman mempunyai beberapa komponen yang menyesuaikan keadaan saat ini,” jelasnya.

Tujuan gerakan ini, kata Ayu sapaannya, merupakan upaya mempercepat pemulihan struktur pariwisata di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Karena masyarakat yang dicari dulu CHSE nya dulu. Apakah ada fasilitas cuci tangan, apakah bersih, apakah ada keamanan yang mengawasi,” ujarnya.

Gerakan ini merupakan instruksi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam penerapan seluruh pelaku usaha baik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) wajib memiliki CHSE.

“Sebenarnya mendapatkan sertifikat CHSE mudah sekali, tinggal unduh di website Kementerian Pariwisata, semua ada semua petunjuknya,” tutupnya. (advertorial)