PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Tak operasional hampir mendekati 4 tahun lamanya, Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda dikabarkan bakal buka kembali.
Saat dikonfirmasi, Direktur RSI, dr. Sadik Sahil, membenarkan kabar itu. Selain itu ia mengaku secara kesiapan, RSI sudah siap. Secara sumber daya manusianya, seperti dokter maupun perawatnya dikatakan sudah ada.
Namun, saat ditanya mengenai jumlah dokter dan perawatnya ada berapa ia enggan menyebutkan. Ia hanya mengatakan berdasarkan ketentuan hal itu sudah terpenuhi.
“Kalau berdasarkan ketentuan kan itu ada standartnya semua itu sudah terpenuhi, seperti jumlah dokter umum ada berapa, untuk dokter spesialis, kemudian perawat dan analisis dan lainnya sudah terpenuhi,” ujar Sadik saat dikonfirmasi melalui via telepon, Senin (9/3/2020).
“Karyawan lama kan masih ada. Kalau dokternya kan sebagian masih tetap di rumah sakit islam,” tambahnya.
Disebutkan RSI pun sudah menjalani proses penilaian dari Tim Visitasi Verifikasi pada 3 Maret 2020 lalu. Kini pihaknya hanya menunggu hasil dari penilaian visitasi tersebut.
Katanya, kalau sudah masuk tahap visitasi artinya tinggal tunggu izinnya saja. Dalam hal izin ini, katanya adalah pihak Pemkot melalui Dinas Kesehatan Samarinda.
“Iya, artinya dari hasil visitasi yang memberikan penilaian, terkait baik dari sisi sumber dayanya kemudian sarana dan prasarana, kemudian alat dan lain sebagainya Itu hasil visitasi nanti untuk mengeluarkan izin oprasional,” ungkapnya.
Saat disinggung bagaima kalau ternyata hasil visitasinya tidak menenuhi standart ketentuan. dr. Sadik mengatakan pihaknya bakal melengkapinya.
“Iya nanti kami akan sempurnakan sebagaimana syarat hasil visitasi itu. Kalau ada kekurangan kami akan penuhi. Yah yang namanya rumah sakit vakum hampir 4 tahun tentunya ada kekurangan,” tuturnya.
Dikatakan, izin operasionalnya bakal keluar paling lambat 15 hari dihitung sejak tes verifikasi tanggal 3 Maret 2020 lalu.
“Kalau izin itu, dari tahapan paling lambat 15 hari itu dari pada saat visitasi,” tutupnya.