Ekonomi Samarinda Tertinggi di Kaltim, DPRD Soroti Tantangan yang Dihadapi UMKM

oleh -
oleh
Anggota komisi II DPRD Samarinda, Sani bin Husein/doc

PUBLIKKALTIM.COM – Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi kabar menggembirakan bagi Kota Samarinda.

Dengan capaian sebesar 6,22 persen pada 2026, Samarinda tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun, di balik angka tersebut, masih terdapat tantangan yang dirasakan sebagian masyarakat dan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani bin Husain, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus dilihat dari statistik makro, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Samarinda memang masih menunjukkan angka yang baik dan menjadi yang tertinggi di Kaltim. Namun, terdapat sejumlah dampak yang mulai dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat, khususnya pada sektor-sektor yang bergantung pada distribusi barang dan jasa,” Ungkapnya. Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, Sani sapaan karibnya menyebutkan sektor perdagangan dan jasa menjadi kelompok usaha yang paling cepat merasakan dampak kenaikan biaya logistik dan operasional.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan secara langsung menekan margin keuntungan pelaku usaha.

BERITA LAINNYA :  Antisipasi Anak Jalanan Jelang Ramadhan, Satpol PP Balikpapan Akan Turun ke Lapangan

Akibatnya, perputaran uang di masyarakat dinilai tidak secepat beberapa tahun sebelumnya.

“Banyak pelaku UMKM yang harus mengurangi kapasitas produksi, melakukan efisiensi tenaga kerja, atau menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar karena biaya bahan baku terus meningkat,” Jelas Sani.

Sani juga menyebutkan total anggaran daerah yang sebelumnya sekitar Rp5,8 triliun pada 2025 turun menjadi Rp3,18 triliun pada 2026, sehingga pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.

Meski demikian, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi Samarinda.

“Kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran. Namun kami melihat struktur ekonomi Samarinda masih cukup kuat, ditopang oleh daya beli masyarakat yang relatif terjaga dan sektor-sektor strategis yang terus tumbuh,” Tutup Sani. (ADV)

1.003 Tayangan