PUBLIKKALTIM.COM – Sejumlah massa menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, Senin (5/9/2022).
Massa yang menggelar aksi tersebut diantaranya, Himpunan Mahasiswa Indonesia-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO).
Dalam aksinya, mereka turut membakar keranda sebagai tanda keadilan sudah mati.
Dilansir dari CNNIndonesia, salah seorang orator menginstruksikan massa untuk mulai membakar keranda setelah menyampaikan pandangan mereka terkait kenaikan harga BBM.
“Bakar itu keranda, itu tanda keadilan sudah mati,” ujar salah seorang orator dikutip dari CNNIndonesia.
Tak lama setelah membakar keranda, massa HMI membubarkan diri.
Namun, tak lama berselang massa dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) gantian menggelar aksi di Patung Kuda.
Senada dengan HMI-MPO, PMII juga menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Mereka menilai langkah pemerintah menaikkan harga BBM tidak tepat.
PMII menyuarakan empat tuntutan dalam demo hari ini.
Pertama, menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM.
Ketiga, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran. Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.
Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9) siang.
Rinciannya, harga pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. (*)