Inflasi Samarinda Terkendali, Harga Kebutuhan Pokok Aman Jelang Ramadan

oleh -
oleh
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi secara virtual/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan inflasi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year) Samarinda pada Desember 2025 tercatat 2,70 persen, masih berada dalam target nasional 1,5–3,5 persen.

Inflasi bulanan (month to month) tercatat 0,87 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 106,66 pada Desember 2024 menjadi 109,54 pada Desember 2025.

Rakornas Inflasi, Evaluasi Harga Jadi Fokus

Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi secara virtual pada Senin (12/1/2026).

Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Drs Tomsi Tohir dan diikuti pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota.

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri menekankan pentingnya evaluasi kinerja daerah dalam menjaga kestabilan harga, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Pemkot diminta melakukan antisipasi dini terhadap komoditas strategis agar harga tetap stabil.

Pemkot Perkuat Koordinasi untuk Menjaga Harga

Menindaklanjuti arahan Kemendagri, Pemkot langsung menggelar rapat koordinasi internal.

Saefuddin Zuhri menegaskan, “Kami pastikan inflasi daerah tetap terkendali. Pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.”

Beberapa komoditas strategis menjadi perhatian utama, antara lain cabai rawit yang harganya naik akibat faktor cuaca.

BERITA LAINNYA :  Soal Hari Raya Idulfitri, Asisten I Pemkot Samarinda Tejo Sutarnoto Katakan Diwajibkan untuk Physical Distancing

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Samarinda per Minggu II Januari 2026, harga cabai merah besar Rp42.500/kg, cabai keriting Rp38.500/kg, cabai rawit Rp67.500/kg, bawang merah Rp45.500/kg, dan bawang putih Rp37.500/kg.

Pemkot Samarinda memastikan koordinasi dengan kelompok petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, distributor, dan pedagang untuk menjaga pasokan dan harga.

Selain itu, Pemkot juga mengawasi potensi kenaikan harga minyak goreng agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk komoditas telur ayam ras, Pemkot mendorong optimalisasi produksi peternak lokal guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Stok beras Bulog dilaporkan aman hingga Lebaran 2026.

Pemantauan harga juga dilakukan oleh Perumda Varia Niaga Samarinda.

Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Upaya koordinasi lintas OPD dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar masyarakat dapat menyambut Ramadan dan Idulfitri dengan harga kebutuhan pokok yang terjangkau. (*)