Kebakaran di Samarinda Hanguskan Puluhan Bangunan Warga, Diduga Akibat Korsleting Listrik

oleh -
Ilustrasi Kebakaran/HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Kebakaran hebat kembali melanda pemukiman padat penduduk yang berada di belakang kawasan Pasar Segiri, Kamis (1/9/2022) sekira pukul 21.45 Wita.

Informasi dihimpun, api mengamuk tepat di di Jalan AM Sangaji, Gang 17, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur dan diduga menghanguskan puluhan bangunan rumah.

Menurut kesaksian warga sekitar, api diduga mulai berkobar dari salah satu bangsal yang ada di ujung gang. Tiupan angin yang cukup kencang pada malam ini kontan membuat si jago merah dengan cepat meluas, melahap bangunan kayu disekitarnya.

“Saya pas lagi tiduran. Dengar suara orang berteriak. Saat keluar api sudah membesar dirumah bangsal itu,” kata Samsul (32) warga sekitar.

Melihat kobaran api dengan hebatnya, Samsul dengan cepat menyimpun barang dan meminta pertolongan. Kobaran api yang semakin membesar dengan pun langsung direspon puluhan petugas pemadam, baik menggunakan kendaraan roda dua dan mobil tangki yanh memenuhi lokasi kejadian.

Meski api dengan cepat membesar, namun upaya petugas kala itu terbantukan dengan pasokan air yang mudah didapat, karena titik api berada tak jauh dari bibir Sungai Karang Mumus.

“Kami turunkan lima posko dibantu relawan untuk membantu proses pemadaman,” kata Makmur Santoso, Sekretaris Disdamkar Kota Samarinda.

BERITA LAINNYA :  Kebakaran, Sejumlah Bangunan di Air Hitam Samarinda Ludes Dilahap Si Jago Merah

Kendati pasokan air cukup mudah didapat, namun sempitnya akses jalan di pemukiman padat penduduk membuat petugas cukup kewalahan memadamkan si jago merah. Ditambah, banyaknya warga yang menonton hingga semakin menyulitkan tugas para pemadam.

“Diperkirakan belasan rumah terbakar. Tapi pastinya akan dilakukan pendataan, kembali,” tukas Makmur.

Hingga berita ini diturunkan, pukul 23.20 Wita terpantau petugas pemadam masih terus berjibaku melakukan pendinginan lokasi kebakaran.

Sementara itu dari data terbaru, tercatat ada 22 bangunan yang terdiri dari 15 rumah tunggal dan 7 bangsal, 24 pintu ludes dilahap si jago merah. Akibatnya, 39 kepala keluarga yang terdiri xari 156 jiwa harus kehilangan tempat bernaung.

Sedangkan untuk penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, namun hal itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pohak kepolosian setempat. (*)