Kemeriahan Akhir Pekan dengan Perayaan Cap Go Meh di Vihara Buddhis Center Samarinda

oleh -
oleh
Kemeriahan Perayaan Cap Gomeh di Vihara Sejahtera Maitreya, Buddist Center Samarinda, Sabtu (15/2/2020) malam.

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pada hari Sabtu (15/2/2020), ratusan orang tumpah ruah dalam perayaan Cap Go Meh di Vihara Sejahtera Maitreya, Buddhis Center di Jalan Mugi Rejo, Kec. Sungai Pinang.

Perayaan Cap Go Meh memang sudah menjadi agenda tahunan di Samarinda. Di tahun-tahun sebelumnya yang tak kalah meriah, Cap Go Meh juga diselenggarakan di kawasan Tempekong. Tidak hanya etnis China saja, secara terbuka pihak Vihara mengundang seluruh warga untuk ikut bersama membanjiri Buddhis Center.

Perayaan kali ini dimeriahkan berbagai macam jenis barongsai, parade suling, dan tersedia vegetarian food yang dapat dinikmati para pengunjung.

Warga terlihat antusias menyaksikan perayaan Cap Go Meh kali ini. Tidak ingin melewatkan momen, masyarakat dari berbagai suku dan agama tampak mengabadikan foto dan video pertunjukan maupun sekedar jalan-jalan.

“Sangat meriah sekali perayaan Cap Go Meh tahun ini, saya sengaja kesini mau foto-foto, banyak objek foto yang bagus, hiburan-hiburannya juga menarik semua,” ungkap Reza, salah seorang pengunjung.

Ia sengaja memanfaatkan waktu libur akhir pekan untuk berkunjung ke Buddhis Center bersama rekan-rekannya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Pandita Maha Vihara Sejahtera Maitreya Buddhis Center Samarinda, Hendrik berharap perayaan Cap Go Meh tahun ini mampu mempererat persaudaraan dan persatuan umat, suku, dan agama, serta dapat menjaga keutuhan bermasyarakat khususnya masyarakat Kaltim.

“Saya berharap pada perayaan Cap Go Meh kali ini mampu membuat masyarakat Samarinda semakin rukun, saling menghormati perbedaan, dan mampu menjadi contoh bagi orang banyak bahwa perbedaan tidak menjadi pemecah belah satu dengan yang lainnya,” katanya.

BERITA LAINNYA :  BREAKING NEWS – Update 23 April: Kaltim Tambah 5 Pasien Positif Covid-19, Total 74 Kasus

Mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang juga hadir dalam acara, mengucapkan terimakasih kepada panitia, khususnya pandita Hendrik karena sudah mengundang seluruh elemen masyarakat dalam acara Cap Go Meh kali ini. Dikatakan Hadi dalam sambutannya, perayaan Cap Go Meh harus terus dilestarikan, karena pada hakikatnya acara ini adalah bagian daripada pernyataan kesatuan dan persatuan bangsa dalam bernegara.

“Jadi tadi berkumpul semua, tokoh-tokoh agama semua hadir. Itu tandanya Kaltim sangat kondusif, aman, nyaman dan damai. Acara seperti ini harus dipertahankan terus agar semua masyarakat berbagai suku dan agama bisa bergembira bersama, karena dengan bergembira kinerja akan semakin baik, rukun agama juga baik,” tuturnya.
Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Seperti di negara Taiwan, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion. Sementara di kebanyakan negara Asia Tenggara dikenal sebagai hari Valentine etnis Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut, suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia. (*)