PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Nadiem Makarim mengatakan tak ada lagi batasan akademik untuk mahasiswa belajar.
Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) mengatakan, Program Merdeka Belajar dirancang untuk membebaskan mahasiswa dari keterbatasan akademik.
Hal ini dilakukan agar tak ada lagi batasan akademik untuk mahasiswa belajar.
“Melalui program Kampus Merdeka kami berupaya membebaskan mahasiswa Indonesia dari batasan untuk belajar.
Sekarang sudah tidak ada batasan dalam hal akademik karena semua program kampus merdeka bernilai 20 SKS,” kata Nadiem dalam pidato pembukaan program International Student Mobility Award (IISMA) melalui YouTube, Senin (9/8).
Ia juga menegaskan melalui Program Kampus Merdeka, setiap siswa bebas mempelajari apa pun di luar bidang keilmuan yang ditempuh dan peminatan.
Pendanaan dalam program Kampus Merdeka juga dapat dukungan dari LPDP.
“Terkait pendanaan, semua peserta program kampus merdeka dapat dukungan dari LPDP. Selain itu keragaman program yang kami tawarkan juga menghilangkan batas batas bidang ilmu dan peminatan,” ucapnya.
“Oleh karena itu, sudah waktunya adik-adik untuk memerdekakan diri dari hal yang membatasi,” sambung Nadiem.
Sebagaimana diketahui, pada program Kampus Merdeka, Nadiem memberikan sejumlah opsi belajar di luar kampus yang bisa dilakukan mahasiswa.
Melalui program itu, mahasiswa bisa melakukan pertukaran pelajar, riset, magang, hingga mengajar di luar kampus hingga dua semester.
Namun kebijakan Kampus Merdeka ala Nadiem juga tak lepas dari kritik oleh berbagai pihak.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai Kampus Merdeka hanya terpaku pada metode belajar, tapi tidak memberikan solusi terhadap masalah kebebasan berpendapat di lingkungan kampus.
“Seharusnya Kampus Merdeka diletakkan bukan hanya sebagai tool (alat). Tapi bagian dari tujuan yang ingin disampaikan. Karena itu ketika ada pembelengguan terhadap gerakan kritis di level kampus, tidak dianggap menghambat kemerdekaan. Padahal itu kemerdekaan,”pungkas Ubaid. (*)
Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia “Nadiem: Kampus Merdeka Senilai 20 SKS, Tak Ada Batas Akademik” https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210809184235-20-678407/nadiem-kampus-merdeka-senilai-20-sks-tak-ada-batas-akademik.