Kronologi Pabrik Tahu di Kukar Meledak, Sang Pemilik Terlempar hingga Meninggal Dunia

oleh -
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP pasca ledakan pabri tahu yang merenggut nyawa 1 orang pada peristiwa Minggu (17/7/2022) kemarin

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Kilometer 4, Jalan 45, RT 32, Dusun Tegal Anyar, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) meledak hebat pada Minggu (17/7/2022) kemarin.

Suara ledakan yang menggaung itu pun meluluhlantakan bangunan pabrik dan menyisakan duka, sebab 1 korban terenggut nyawanya akibat peristiwa tersebut.

Informasi dihimpun, korban meninggal yakni M Puji Utomo (50) selaku pemilik pabrik. Dijelaskan Kapolsek Loa Janan, Iptu Aksarudin Adam kejadian bermula saat korban datang ke pabrik untuk melakukan aktivitas hariannya.

“Selain korban, di pabrik (tahu) saat itu juga ada dua pekerja. Yakni Feri (21) dan Supriyono (27) yang sedang merebus tahu,” ungkap Iptu Aksarudin, Senin (18/7/2022).

Proses perebusan tahu menggunakan cara manual dengan bermodalkan mesin ketel yang menghasilkan uap panas.

Namun nahas, mesin yang digunakan untuk bekerja tanpa dilengkapi alat pengukur menjadi musabab meledaknya pabrik tahu dengan dugaan mesin mengalami tekanan berlebih.

Tanpa aba-aba, mesin uap panas itu pun meledak dan melemparkan tubuh korban hingga sejauh 3 meter dari titiknya berdiri.

“Selain pemilik (Puji Utomo), dua pekerja lainnya juga terpental, hanya saja bagi Supriyono hanya mengalami luka akibat percikan air panas dari tabung ketel tersebut sedangkan Feri hanya terpental dan mengalami syok,” tambahnya.

BERITA LAINNYA :  Heboh,Spanduk HUT ke-75 RI Ada Tanda Salib, Aa Gym Ikut Mengomentari

Besarnya dampak ledakan yang dirasa korban membuatnya seketika meregang nyawa. Tubuh nahas korban pun segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeis Samarinda, sedangkan Supriyono dilarikan ke Puskesmas Loa Janan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Lebih jauh diungkapkan Iptu Aksarudin, kejadian seperti serupa pasalnya sudah pernah terjadi medio 2016 lalu yang juga menimbulkan korban jiwa.

Untuk mengantisipasi kejadian yang sama terus berulang, pihak berwajib pun bergegas melakukan pemantauan lebih lanjut ke pabrik-pabrik tahu lainnya yang berada di kawasan Loa Janan.

“Kami menghimbau kepada pengusaha tahu lainnya agar menggunakan ketel yang aman dan dilengkapi alat ukur dan otomatis membuang uap panas apabila terjadi kelebihan panas,” tandasnya. (*)