Kunci Menuju Indonesia Emas, Rusmadi Tekankan Penanganan Masalah Stunting

oleh -
oleh
Suasana kegiatan pembinaan, penguatan, dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Ballroom Hotel Mercure/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Plt Wali Kota Samarinda Rusmadi hadiri acara kegiatan pembinaan, penguatan, dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan capaian penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting yang dikenal dengan istilah “Si Cakep Penting” sebagai upaya mengatasi permasalahan stunting.

Kegiatan itu berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Jalan Mulawarman Samarinda, pada Kamis (24/10/2024).

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya penting, tetapi juga mendesak, mengingat dampak serius yang ditimbulkan oleh stunting terhadap masa depan bangsa.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Baperrida yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Saya jarang berkumpul dengan tim pendamping keluarga, dan kehadiran kita di sini sangat berarti, terutama dalam konteks pembinaan dan evaluasi terhadap keberadaan tim pendamping keluarga dalam mengawasi stunting,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa stunting sebagai isu multidimensional, bukan hanya terkait dengan masalah gizi atau kesehatan semata.

“Pertama-tama, kita harus menempatkan stunting sebagai persoalan serius ini adalah isu penting yang berdampak luas pada tumbuh kembang anak jika masalah gizi tidak ditangani dengan baik, dampaknya akan mengganggu tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kecerdasan anak,”ucapnya.

BERITA LAINNYA :  Hadiri Acara Fest Samarinda 1443 Hijriah, Rusmadi Berharap Penyaluran Donasi untuk Anak Yatim Piatu Akan Terus Berlanjut

Ia mengatakan dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045, stunting menjadi salah satu tantangan terbesar.

“Jika anak-anak kita mengalami stunting, persoalannya bukan hanya fisik yang tidak sehat, tetapi juga potensi kecerdasan yang hilang,”ungkapnya.

Ia mengungkapkan dlam usaha menangani stunting, penting untuk memastikan bahwa ibu hamil dan anak-anak mendapatkan gizi yang baik.

“Caranya adalah dengan memberikan makanan yang sehat dan gizi seimbang. Namun, jika lingkungan rumah tidak sehat dan sanitasi tidak memadai, maka semua usaha ini akan sia-sia,” jelasnya.

Salah satu pendekatan yang perlu diperkuat adalah edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi.

“Pola asuh yang baik dan pengetahuan tentang gizi adalah kunci untuk mencegah stunting. Kita harus memberi pemahaman kepada ibu-ibu bahwa makanan yang bergizi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” pungkasnya. (*)