PUBLIKKALTIM.COM – Lima daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sebelumnya mendapat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kini mulai menunjukkan komitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah mereka.
Lima kabupaten/kota tersebut yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau, sebelumnya mendapat peringatan keras dari KLHK karena masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping) yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
“Sekarang semua sudah mulai menutup sistem open dumping-nya. Nantinya akan kami nilai ulang, apakah sudah sesuai standar. Kalau iya, maka sanksinya bisa dicabut,” ujar Anwar Sanusi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Selasa (24/6/2025).
Sebagai contoh, Anwar menyebut Kota Samarinda kini telah menutup TPA lama di Gunung Sampah Jalan Suryanata.
Saat ini, sistem baru dengan metode sanitary landfill sedang dikembangkan di kawasan Sambutan.
Metode sanitary landfill sendiri dianggap lebih ramah lingkungan karena sampah dipadatkan dan ditimbun dengan tanah, sehingga meminimalisasi pencemaran udara, tanah, dan air.
“Itu sudah sesuai prosedur. Samarinda sudah bagus, daerah lain juga sedang dalam proses. Kami siapkan laporan untuk Pak Menteri agar sanksi bisa dicabut,” tambahnya.
DLH Kaltim menegaskan, teguran dari KLHK bukan main-main. Jika tidak segera dibenahi, sanksi administratif bisa meningkat menjadi sanksi hukum, bahkan pidana.
“Kalau tidak ditindaklanjuti, bisa seperti kasus di Tangsel (Tangerang Selatan). Bisa sampai ranah hukum,” kata Anwar menegaskan.
Meski lima daerah tengah dibenahi, kabar baiknya, peringkat Kaltim secara keseluruhan dalam pengelolaan lingkungan menunjukkan peningkatan. Beberapa daerah berhasil mempertahankan kategori emas, sementara lainnya mengalami pergeseran naik dan turun di kategori hijau, biru, merah, hingga hitam.
“Masih ada yang masuk hitam, karena tidak mendapat anggaran sama sekali. Tapi tidak kami umumkan. Yang pasti secara keseluruhan, tren kita naik,” ujar Anwar.
DLH Kaltim berkomitmen terus memantau dan mendampingi daerah-daerah yang sedang berbenah agar standar pengelolaan sampah yang aman dan berkelanjutan bisa tercapai.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi menyangkut kualitas hidup masyarakat. Kami ingin semua daerah di Kaltim punya sistem yang benar-benar baik,” pungkasnya. (*)