PUBLIKKALTIM.COM – Persoalan sampah di Kota Samarinda tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan dan pengolahan, tetapi juga menyangkut ketersediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Tanpa data yang lengkap dan terukur, upaya pemerintah dalam menangani persoalan persampahan dinilai berpotensi tidak tepat sasaran.
Untuk itu, anggota komisi III DPRD Kota Samarinda, M Andriansyah meminta pemerintah kota (pemkot) untuk membangun sistem pendataan sampah yang lebih terintegrasi.
Salah satu gagasan yang diusulkannya adalah menghubungkan seluruh bank sampah ke dalam satu platform digital yang dapat digunakan hingga tingkat kelurahan.
“Ketika membahas jumlah produksi sampah harian di Samarinda, tentu harus didasarkan pada data yang valid dan terukur. Sampah yang masuk ke TPA memang terdokumentasi, namun masih terdapat volume sampah lain yang belum tercatat karena tidak seluruhnya berakhir di lokasi tersebut,” ungkap Andriansyah. Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, Andriansyah menjelaskan pemanfaatan aplikasi berbasis digital akan memudahkan pengelola bank sampah dalam melakukan pencatatan dan pelaporan secara berkala.
Dengan sistem yang terhubung, pemerintah dapat memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai jumlah, jenis, serta sebaran sampah yang dihasilkan masyarakat di setiap wilayah.
“Apabila setiap kelurahan memiliki data yang terdokumentasi dengan baik, pemerintah akan lebih mudah melakukan pemetaan permasalahan. Dari sana dapat diketahui jumlah sampah plastik, sampah organik, maupun jenis sampah lainnya yang dihasilkan setiap hari,” jelas Andriansyah.
Selain mendukung proses perencanaan, Andriansyah menambahkan digitalisasi data persampahan juga dapat menjadi alat evaluasi berbagai program pengurangan sampah yang telah berjalan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Politisi dari partai Demokrat itu berharap sistem pendataan terpadu tersebut dapat menjadi bagian dari modernisasi pengelolaan persampahan di Samarinda, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. (ADV)