Mengenang Peristiwa 9 Januari 2021, Semua Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Tak Ada yang Selamat

oleh -
Seorang pramugari menabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 dari geladak KRI Semarang-594 di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (22/1/2021)/kompas.com

PUBLIKKALTIM.COM – Hari ini tepat satu tahun, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat berjenis Boeing 737-500 itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi.

banner Pemkot

Dalam kecelakaan tragis ini, tak ada satu pun penumpang yang selamat.

Kronologi Kejadian

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Pesawat tersebut hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut  jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Menurut catatan, pesawat tersebut terbang pada ketinggian 1.700 kaki pada pukul 14.37 WIB, dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach Terminal Control Area.

Pesawat sempat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki pada pukul 14.37 WIB.

Namun, pesawat tidak mengarah ke tujuan seharusnya, dan keluar jalur menuju arah barat laut.

Pihak Air Traffic Control (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

BERITA LAINNYA :  Wali Kota Andi Harun Sarankan Universitas Pejuang Republik Indonesia Buat Fakultas Teknologi Informasi

Selanjutnya, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar.

Setelah itu, manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diketahui memiliki jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten pukul 13.25 WIB.

Seharusnya, pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat pada pukul 15.00 WIB.

Namun, penerbangan mengalami delay selama 30 menit dan baru lepas landas pada pukul 14.36 WIB.

Delay itu terjadi akibat hujan deras.

Pihak Sriwijaya Air memastikan delay bukan karena kondisi pesawat akan tetapi karena hujan deras. (*)