PUBLIKKALTIM.COM — Menyikapi ramainya keluhan warga Samarinda di media sosial terkait lonjakan tagihan air, Perumda Tirta Kencana Samarinda atau PDAM memberikan klarifikasi resmi.
Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana, Widyastuti Supartinah, menegaskan bahwa peningkatan tagihan tersebut bukan disebabkan oleh kenaikan tarif air, melainkan akibat gangguan teknis dan sistem pembacaan meter air di beberapa wilayah.
Widyastuti melalui keterangan resmi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Pengawas dan jajaran teknis pada Kamis (6/11/2025) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait perbedaan tagihan.
Dari hasil evaluasi, manajemen PDAM menemukan tiga penyebab utama terjadinya perbedaan atau lonjakan tagihan air pelanggan:
1. Gangguan Jaringan Komunikasi di Perumahan Grand Taman Sari (GTS)
Terjadi kerusakan pada peralatan tower gateway milik Telkom yang berfungsi untuk sistem pembacaan meter otomatis.
Gangguan ini berdampak pada 158 pelanggan dari total 1.200 pelanggan di kawasan tersebut.
Peralatan telah diperbaiki oleh pihak Telkom pada akhir Oktober 2025, dan kondisi kini telah normal kembali.
2. Water Meter Kabur di Daerah Bukit Pinang
Ditemukan kasus meteran pelanggan yang kabur atau tidak terbaca jelas.
Untuk sementara, PDAM melakukan estimasi pemakaian pada bulan berjalan.
Meteran pelanggan yang bermasalah telah diganti pada bulan berikutnya agar pembacaan kembali akurat.
3. Perbedaan Data Tagihan pada Sistem Pembayaran Digital
Terjadi perbedaan nilai tagihan antara sistem billing PDAM dan data pada platform pembayaran daring, khususnya melalui ShopeePay (agregator).
“Kami juga sudah melakukan koordinasi teknis dengan pihak penyedia sistem pembayaran digital agar data tagihan pelanggan bisa kembali sinkron,” jelasnya.
Widyastuti menegaskan bahwa tidak ada kebijakan kenaikan tarif air di Samarinda.
Lonjakan tagihan yang dialami pelanggan bersifat kasuistik, bukan akibat penyesuaian harga.
“Lonjakan tagihan hanya terjadi karena gangguan teknis dan administratif. Kami memahami keresahan pelanggan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
PDAM Tirta Kencana juga telah menurunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi terdampak, serta berkoordinasi dengan pihak Telkom dan penyedia sistem pembayaran digital guna memastikan permasalahan serupa tidak terulang.
Widyastuti menegaskan, PDAM berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akurat kepada seluruh pelanggan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan tagihan pelanggan akurat dan transparan. Pelanggan yang mengalami kendala dapat melaporkan melalui kanal resmi layanan PDAM agar segera ditangani,” pungkasnya. (*)