Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pasar Pagi, Hendra menjelaskan pasar modern ini memiliki tujuh lantai di luar area parkir.
Lantai satu sepenuhnya dialokasikan untuk kendaraan roda dua dan empat, dengan kapasitas 104 mobil dan 709 motor diatasnya, aktivitas dagang mulai hidup, dari lantai dua hingga lantai tujuh.
“Lantai satu nanti akan diisi pedagang pasar basah seperti sayur, daging, dan ikan. Kami siapkan ruangannya, penempatan jenis usahanya akan disesuaikan oleh Dinas Perdagangan,” jelas Hendra.
Menariknya, pasar ini tidak dilengkapi AC dan akan menggunakan udara dari luar untuk efisiensi energi dan pemeliharaan.
“Selain menghemat listrik kami memang rancang agar ventilasinya alami,” ucap Hendra.
Meski demikian, ia menegaskan kenyamanan tetap jadi prioritas.
Dengan berbagai ukuran kios dari ukuran 1,2×2 meter untuk pedagang basah hingga 4×8 meter untuk kios besar proyek ini dirancang agar fleksibel untuk berbagai jenis usaha.
Ia optimistis Oktober 2025 pasar ini bisa beroperasi secara fungsional.
“Pasar ini bukan hanya tempat jual beli, tapi juga harapan baru bagi pedagang dan warga Samarinda,” pungkasnya. (adv)