PUBLIKKALTIM.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi beredarnya hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Melalui pengawasan intensif, Pemkot ingin memastikan hak konsumen atas hewan yang sehat dan sesuai syariat benar-benar terpenuhi.
“Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban karena membeli hewan kurban dari pedagang yang tidak bertanggung jawab. Kesehatan hewan kurban adalah bagian dari perlindungan konsumen,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH) Samarinda, Muhammad Darham, Kamis (29/5/2025).
Sebanyak 58 titik penjualan hewan kurban di kota ini kini berada dalam pengawasan tim kesehatan hewan. Para petugas yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis tidak hanya mengecek fisik hewan, tetapi juga mengawasi distribusi serta pelaksanaan penyembelihan saat hari H.
“Pemantauan tak berhenti saat hewan dijual. Kami tetap hadir hingga penyembelihan, memastikan hewan benar-benar dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular,” imbuh Darham.
DKPKH mencatat stok sapi di Samarinda tahun ini mencapai 8.000 ekor, sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap hewan telah menjalani masa karantina dan dilengkapi dengan barcode identitas sebagai bentuk jaminan kualitas.
Guna mendukung peternak, dinas juga membagikan vitamin dan cairan disinfektan gratis agar kesehatan hewan tetap terjaga hingga hari penyembelihan. Selain itu, pedagang diingatkan untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama dari asap pembakaran limbah kandang yang kerap mencemari permukiman dan area kuliner.
“Usaha hewan kurban harus ramah lingkungan. Jangan sampai ada masyarakat yang terganggu akibat aktivitas jual beli ini,” tegas Darham.
DKPKH mengimbau masyarakat membeli hewan kurban hanya dari tempat yang telah diverifikasi oleh pemerintah. Harga murah tak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan, karena bisa berisiko terhadap kesehatan dan keabsahan ibadah.
“Pastikan hewan bersertifikat dan bebas penyakit. Jangan hanya mengejar harga. Ini menyangkut ibadah dan kesehatan keluarga,” pungkasnya.
(Redaksi)