Pilkades Serentak di Ciamis, 2 Pasutri Saling Sikut Perebutkan Kursi Kepada Desa

oleh -
oleh
Ilustrasi Pilkada Kaltim 2024/ist

PUBLIKKALTIM.COM –  Kabupaten Ciamis menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkades) Serentak, pada Minggu (27/3/2022).

Total ada 76 desa yang tersebar di 25 kecamatan di Ciamis yang menggelar pilkades serentak.

Yang menarik pada pilkades kali ini, dari 209 pasangan calon, ada dua pasangan suami istri (pasutri)  bersaing di dua desa.

Pasutri yang saling bersaing Pilkades itu ada di Desa Kertaharja (Kecamatan Cijeungjing) dan Desa Sindangsari (Kecamatan Kawali).

“Jadi, dalam Pilkades serentak yang diikuti 76 desa ini ada dua pasangan suami istri yang menjadi calon,” kata Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ciamis Andi Sopandi.

Andi menjelaskan adanya dua pasutri yang menjadi rival ini lantaran tidak ada lagi calon yang mendaftar.

Sedangkan menurut aturan, Pilkades tidak bisa dilaksanakan jika tak memenuhi syarat yakni calon kepala desa harus minimal dua calon dan maksimal lima calon.

Apabila tidak ada atau hanya satu calon yang mendaftar, maka Pilkades diundur ke tahun selanjutnya.

Andi pun menegaskan pasangan suami-istri yang maju di Pilkades bukan masalah. Tidak ada aturan yang dilanggar.

“Meski calonnya itu satu keluarga, itu tetap sah. Dalam regulasi tidak ada larangan,” terangnya.

Sementara itu, calon kepala Desa Kertaharja Aan Taufiqurrahman yang harus bersaing dengan istrinya Ela Rosmalia.

Hal itu karena sampai batas akhir pendaftaran tidak ada masyarakat yang mendaftar jadi calon kepala desa.

BERITA LAINNYA :  BREAKING NEWS - Kaltim Bertambah 1 Pasien Positif Covid-19, Total 21 Orang

Supaya Pilkades bisa berjalan dan bentuk tanggung jawab, Aan yang juga incumbent mencoba mendatangi beberapa warga yang dianggap akan mencalonkan.

Namun sampai akhir pendaftaran, ternyata mereka tidak akan mencalonkan.

“Saya bertanggung jawab untuk menyukseskan Pilkades. Saya juga berniat untuk meneruskan perjuangan seandainya terpilih. Jadi sosok istri saya selaku Ketua TP PKK Desa Kertaharja maju sebagai calon kedua dia siap mendukung kesuksesan Pilkades serentak ini,” ujarnya dikutip dari detik.com

Aan menyebut, saat ditawari ikut maju di Pilkades, istrinya sempat menolak.

Namun dengan berbagai masukan dan saran dari masyarakat akhirnya mau mendaftar.

“Niatnya mengabdi, jadi ataupun tidak tetap jadi ibu Kuwu (kades),” tuturnya

Dalam Pilkades serentak ini, Aan mengaku tidak memiliki tim sukses maupun relawan.

Saat kampanye pun, pasangan suami istri ini hanya berdua menyampaikan visi misi dan dukungannya kepada masyarakat.

“Modal saya adalah silaturahmi. Saya kampanye pun saya sampaikan siapapun yang terpilih itu yang terbaik,” pungkasnya (*)