Polemik dalam Masyarakat, Eks Tim Mawar yang Diduga Dalang Penculikan Aktivis Masuk ke Kemenhan

oleh -
oleh
lustrasi Kopassus di bawah Prabowo pada 1998/tirto.id

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang masuknya eks Tim Mawar di Kementerian Pertahanan.

Mutasi enam perwira tinggi atau pejabat eselon I di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah terjadi.

Hal ini yang membuat polemik dalam masyarakat.

Masuknya dua anggota eks Tim Mawar yakni Brigjen TNI Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha di sisi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih ramai diperbincangkan.

Keduanya diketahui masuk Kementerian Pertahanandan memicu polemik.

Pasalnya, Tim Mawar diduga menjadi dalang penculikan dan penghilangan aktivis menjelang runtuhnya pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

Tim Mawar merupakan Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang dipimpin Prabowo Subianto yang saat masih menjabat Danjen Kopassus.

Yulius Selvanus dan Dadang Hendrayudha sendiri diusulkan oleh Prabowo Subianto.

Pengangkatan tersebut lalu disetujui Presiden Joko Widodo melalui Surat Keptusan Presiden Republik Indonesia Nomor 166/TAP Tahun 2020.

Kondisi ini menggambarkan buruknya sistem pemerintahan saat ini.

Sehingga, orang yang mempunyai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pun dengan mudah mendapatkan jabatan di pemerintahan.

Demikian disampaikan Pengamat Politik Ujang Komarudin dikutip dari PojokSatu.id, di Jakarta, Selasa (29/9).

BERITA LAINNYA :  Wali Kota Andi Harun Dapat Penghargaan Nama Kehormatan dari Adat Dayak, Simak Selengkapnya

“Ini karena buruknya tata kelola pemerintahan. Sehingga orang berkasus pun bisa dengan mudah menjadi pejabat,” tegas Ujang.

Hal itu pula yang cukup disesalkan direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

“Zaman memang sudah edan. Sudah terbalik-balik,” lanjutnya.

Jika sudah seperti ini, tambah dosen tetap Universitas Al-Azhar Indonesia ini, akan banyak orang-orang yang mempunyai kasus, termasuk yang memiliki jejak kasus HAM tidak baik, sangat mungkin bisa mengisi jabatan-jabatan di pemerintahan.

“Beda reformasi beda kini. Reformasi menuntut mengadili orang-orang yang memiliki jejak pelanggaran HAM.”

“Namun saat ini justru yang diduga melanggar HAM malah jadi pejabat,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di radartegal.com dengan judul “Eks Tim Mawar yang Diduga Jadi Dalang Penculikan Masuk Kemenhan, Pengamat: Orang Berkasus Bisa” https://radartegal.com/eks-tim-mawar-yang-diduga-jadi-dalang-penculikan-masuk-kemenhan-pengamat-orang-berkasus-bisa.6315.html

1.137 Tayangan