Polres dan Polda Ungkap Fakta-fakta Soal Kabar KPK OTT Pejabat di Lampung

oleh -
oleh
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik/HO

PUBLIKKALTIM.COM – Kabar tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada salah satu pejabat di Lampung sempat menghebohkan publik.

Informasi tersebut hingga diburu para wartawan.

Mereka memastikan ke Polres dan Polda Lampung untuk menanyakan kabar tersebut.

Pasalnya, KPK biasanya memakai fasilitas Polres atau Polda Lampung untuk memeriksa oknum yang terjaring OTT seperti yang terjadi pada tahun tahun sebelumnya di Lampung.

Namun setelah dikonfirmasi, Polresta Bandar Lampung membatah isu liar yang beredar itu.

“Hingga kini tidak ada petugas KPK pinjam tempat pemeriksaan di Polresta Bandar Lampung,” ujar Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras.

Demikian juga dengan Polda Lampung, tidak membenarkan informasi itu.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan belum mengetahui hal tersebut.

Namun Umi juga mengakui sempat mendengar informasi adanya OTT di Lampung.

“Saya belum tau soal penggunaan ruangan Polda untuk pemeriksaan. Soal Informasi adanya OTT KPK memang ada. Cuma siapa yang di OTT dan perkara apa kita belum mendapat informasi” jelas Umi

Sebelumnya, kabar adanya OTT KPK terhadap oknum pejabat santer pada kalangan masyarakat Lampung.

BERITA LAINNYA :  Muhammad Samsun Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Kukar: Perkenalkan Kekayaan Budaya di Indonesia

Kabar operasi itu informasinya terjadi pada sebuah hotel bintang 5 yang ada pada Kota Bandar Lampung.

Kabar burung itu tersebar dan menghebohkan pada Rabu malam, 14 Mei 2024 kemarin.

Namun pantauan pada lokasi tersebut tidak terlihat ada OTT seperti kabar yang beredar.

Sebelumnya, lembaga anti rasuah tersebut pernah melakukan sejumlah OTT kepala daerah dan petinggi di Lampung.

Terakhir, pada 2022 lalu KPK melakukan OTT rektor perguruan tinggi negeri.

Adapun pejabat Lampung yang pernah terjerat OTT KPK yakni Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara.

Kemudian ada Bupati Lampung Tengah, Mustafa, Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan, Bupati Mesuji Khamami, dan Mantan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan.

Selain kepala daerah, Rektor Universitas Lampung Prof Karomani juga pernah terjaring OTT KPK.

Pengungkapan kasus itu juga turut menyeret sejumlah pejabat Universitas Lampung dan pihak swasta. (*)