Rekam Jejak Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, Tantang Luhut Buka-bukaan di Pengadilan

oleh -
oleh
Haris Azhar/pikiran-rakyat.com

PUBLIKKALTIM.COM – Terjerat kasus pencemaran nama baik, dua pegiat hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Laporan itu merupakan buntut video bertitel “Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya” di YouTube yang menampilkan perbincangan dua aktivis tersebut.

Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi, termasuk KontraS, mengenai para pejabat maupun purnawirawan TNI di balik bisnis pertambangan atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, kedua aktivis ini  tak ciut nyali.

Keduanya justru menantang Luhut buka-bukaan di pengadilan.

Berikut profil singkat Haris dan Fatia dikutip dari jpnn.com

Haris Azhar

Haris Azhar lahir di Jakarta pada 10 Juli 1975.

Ayahnya berprofesi pedagang, sedangkan ibunya adalah perempuan yang mengurus rumah tangga.

Pendiri Lokataru Foundation ini merupakan tamatan Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Pada masa reformasi 1997-1998, dia aktif mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan isu-isu HAM serta ikut dalam demonstrasi menuntut pengunduran diri Presiden Soeharto.

Pada 1999, Haris bergabung dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

BERITA LAINNYA :  Cetak 27 Gol, Erling Haaland Pertahankan Takhta Sepatu Emas Liga Inggris

Penyandang gelar magister dari University of Essex, Inggris, itu pernah dipercaya menjadi koordinator KontraS periode 2010 hingga 2016.

Haris terkenal sebagai aktivis yang kerap terjun langsung mendampingi korban kasus pelanggaran HAM.

Kliennya dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik Rocky Gerung saat terlibat sengketa dengan pengembang kakap PT Sentul City.

Fatia Maulidiyanti

Saat ini Fatia lebih dikenal sebagai koordinator KontraS.

Penyandang gelar sarjana ilmu politik (S.IP) merupakan lulusan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HU) Universitas Katolik Parahyangan.

Fatia bisa dibilang sebagai junior Haris di KontraS.

Dia alumnnus Sekolah Hak Asasi Manusia (SeHAMA) KontraS pada 2014.

Rapat Anggota KontraS pada 29 Juni 2020 memutuskan Fatia menjadi koordinator di lembaga nirlaba yang dirintis Munir Said Thalib itu.

Sebelumnya, Fatia merupakan kepala Divisi Advokasi Internasional KontraS.(*)