Resmikan Perpustakaan Daerah, Ini Harapan Wali Kota Andi Harun 

oleh -
Ilustrasi Perpustakaan/HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Selasa (20/9/2022), Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan perpustakaan daerah (perpusda) di Jalan Kesuma Bangsa bersama Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim Syafranuddin dan Kepala DPK Kota Samarinda Erham Yusuf juga turut menghadiri acara peresmian perpustakaan itu.

Mereka bersama-sama melakukan pemotongan pita untuk meresmikan perpusda yang baru ini.

Dengan diresmikannya perpustakaan itu, kini warga Kota Samarinda memiliki perpustakaan yang lebih baik.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan, saat ini perpustakaan bukan lagi sebagai tempat koleksi buku.

Tetapi menjadi sarana berbagi informasi, tempat berkomunikasi, serta wadah interaksi masyarakat dan penggiat literasi.

“Awal mula istilah critical thinking (pemikiran kritik) diawali dari proses pengambilan keputusan yang berasal dari ketepatan pendapatan informasi. Sehingga perpustakaan menjadi penting dalam menjalankan tata kelola pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.

Pemerintah Kota Samarinda memastikan pihaknya akan terus mengembangkan dan memajukan perpustakaan. Sesuai dengan salah satu visi-misi Wali Kota- Wakil Walikota.

“Mewujudkan warga kota yang religius, unggul dan berbudaya. Kita akan mengadopsi program perpustakaan nasional, yaitu transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Syarif mengakui Perpusda Samarinda menjadi salah satu perpusda yang terbaik diantara perpusda yang pernah diresmikannya.

BERITA LAINNYA :  Demi Konten TikTok, Seorang Perempuan di Magelang Pamer Ini Sambil Mengendarai Motor

“Atas nama pemerintah pusat, kami mengapresiasi kinerja daripada Pemerintah Kota Samarinda. Kalau kita melihat dari bangunan ini, hampir semua gedung perpustakaan yang pernah kami resmikan, ini menjadi salah satu yang terbaik,” terangnya.

“Kenapa perpustakaan harus mewah ? Karena ini membuktikan perpustakaan bukan dimiliki mahasiswa atau peneliti saja. Tetapi perpustakaan milik masyarakat dan bersama,” lanjutnya.

Syarif menyatakan, pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan infrastruktur yang mencerdaskan anak bangsa ini. Terutama mengantarkan masyarakat Kota Samarinda, khususnya masyarakat Kaltim, untuk menjadi tuan rumah yang berkualitas ketika Ibu Kota Negara (IKN) sudah berfungsi dengan baik.

“Ini (infrastruktur) harus dipersiapkan menjadi pintu gerbang dunia. Dan, kami sebagai bagian dari pemerintah pusat dalam upaya mengimplementasikan membuat program yang kira-kira bisa mengkontribusi percepatan daripada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),”tegasnya.

Acara ini diramaikan dengan Talkshow tentang Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan di Kota Samarinda. (Advertorial)