Respon Cepat Waspada Covid-19, Wali Kota Bontang Gelar Penyemprotan Disinfektan ke Sekolah dan Masjid

oleh -
oleh
Petugas saat semprotkan disinfektan

PUBLIKKALTIM.COM, BONTANG – Merespon endemi corona virus yang kian merebak di Indonesia, pemerintah kota Bontang beri respon dalam mengantisipasi virus mematikan itu.

Kamis (19/3/2020) pagi, jajaran dinas pendidikan dan kesehatan bersiap untuk melakukan penyemprotan terhadap beberapa fasilitas pendidikan di Bontang.

“Alhamdulillah kami gerak cepat, hari ini melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah-sekolah, masjid dan musholla yang ada di kota Bontang. Tersebar ya, tim fogging turun, tim survilance juga turun semua,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni usai memantau penyemprotan disenfektan di Masjid Al-Firdaus (depan rumah jabatan Wali Kota Bontang).

Sedikitnya 5 pam penyembur (knapsack) berkapasitas masing-masing 16 liter digunakan petugas untuk menyemprot ke dinding-dinding bangunan.

Dalam perencanannya, sebanyak 600 kelas mulai SD sampai SMA akan didatangi oleh petugas penyemprotan disenfektan secara bertahap, termasuk fasilitas umum seperti masjid dan musholla. Neni berharap, setelah dilakukan penyemprotan awal, sekolah dan pengurus masjid bisa mandiri untuk membersihkan dan melakukan sanitasi secara mandiri.

“Hari ini di sisi utara dulu, SDN 001, masjid tua, SMAN 1, MAN, SLB dan lainnya. Sementara ini di sekitar Bontang Kuala dulu kami coba semprotkan. Untuk awal ditanggung habis itu mandiri masing-masing, lingkungannya, kebersihannya, kami sebagai stimulan,” ungkapnya.

BERITA LAINNYA :  Diusul Jadi Ketua DPRD Kaltim, Hasan Masud Sebut Hanya Menjalankan Perintah Partai 

Neni juga imbau kepada seluruh sekolah swasta bisa berpartisipasi dalam pencegahan yang dilakukan. Namun bagi yang belum mampu tetap akan dibantu.

“Ini dana pribadi saya dulu, kemarin langsung beli alat karena belum ada bisa keluar apa-apa. Kalau menunggu APBD keluar perlu waktu lagi, kapan bergeraknya kan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor telah menetapkan Kaltim berstatus kejadian luar biasa (KLB), Rabu (18/3) malam.

Hal itu menyusul setelah ditemukannya satu pasien di Kaltim yang positif virus corona (Covid-2019) yang dirawat intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (*)

1.048 Tayangan