Respon Soal Kandungan Non Halal Vaksin Astrazeneca, Rektor UNU Sebut Ulama Tak Sembarang Tentukan Fatwa

oleh -
Farid Wadjdy, Rektor UNU/ IST

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pada Selasa (31/8/2021) hari ini, UNU (Universitas Nahdatul Ulama) lakukan vaksinasi massa.

Vaksinasi massal itu menargetkan adanya pemberian vaksin setotal 1200.

Farid Wadjdy, Rektor UNU yang juga mantan Wakil Gubernur Kaltim, sampaikan bahwa  jumlah penerima vaksin lebih dari target yang diinginkan.

Dari data yang ia catat, sekitar 1.500 pendaftar vaksin. Hanya saja yang datang sekitar 1.215.

Pendaftaran vaksinasi dilakukan secara online. Tujuannya untuk menghindari kerumunan.

“Alhamdulillah lebih dari target. Terakhir tercatat 1200 lebih orang yang ikut,” ucapnya melalui sambungan kepada awal media.

Dengan respon positif dari masyarakat ini membuat pihaknya ingin menggelar kegiatan serupa ke depannya.

Saat ini pihaknya sedang kordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait ketersediaan vaksin.

Vaksin yang digunakan merupakan merk Astrazeneca.

Vaksin tersebut menjadi perbincangan publik dikarenakan memiliki kandungan non halal di dalamnya.

Sebelumnya, pengurus masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Samarinda pun menolak vaksin tersebut.

BERITA LAINNYA :  Beredar Video, Ormas PP Kaltim Dukung Penuh Bapaslon Andi Harun-Rusmadi di Pilkada 2020

Menanggapi adanya kandungan non halal, menurutnya para ulama telah mencari langkah solutif.

Apalagi ulama dari NU pun sepakat penggunaan Astrazeneca dikarenakan kondisi saat ini sedang darurat.

“Jadi menurut saya para ulama tidak sembarang menentukan fatwa. Apalagi saat ini kondisi dalam keadaan darurat. Jika menunggu vaksin lainnya sampai kapan Kaltim akan mencapai target Herd immunity yang ditetapkan. Saat ini saja Kaltim baru mencapai 31 persen yang telah divaksin,” ucapnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat tidak khawatir saat vaksin.

Sebab vaksin yang ada untuk meminimalisir penularan Covid-19 di Kaltim. (*)