PUBLIKKALTIM.COM – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda mulai berproses dan saat ini tengah memasuki tahap perhitungan kecukupan udara.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Marnabas.
Guna memenuhi standar kesehatan dan modernitas dalam revitalisasi pasar tersebut, Marnabas telah menunjuk seorang konsultan.
“Pengkajian ini dilakukan sesuai arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menginginkan Pasar Pagi yang baru memiliki udara yang cukup segar tanpa menggunakan AC,” ujar Marnabas, Sabtu (18/11/2023).
Maka dari itu pihaknya memilih konsultan bertanggung jawab untuk melakukan pengkajian terhadap cukup segar, sehingga suasana di dalam pasar nantinya tidak terasa pengap.
“Pembangunan Pasar Pagi direncanakan akan dimulai tahun depan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Saat ini Detail engineering design (DED) sudah diterima, dan sekarang fokus pada perhitungan kebutuhan udara yang optimal,” jelasnya.
Ia memastikan untuk jumlah lapak yang ada di Pasar Pagi yang baru itu bisa mencukupi menampung 2.852 pedagang.
Ia juga berkomitmen bahwa seluruh pedagang yang ada saat ini akan mendapatkan lapaknya kembali setelah proses revitalisasi selesai.
“Segera relokasi di akhir tahun, kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang. Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih modern dan sehat,” pungkasnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berencana melakukan pemaparan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun tentang hasil dari kajian yang dilakukan oleh Konsultan kualitas udara. (Advertorial)