Ribuan Masyarakat Hadiri Kampanye Akbar Partai Gerindra, Andi Harun Optimis Prabowo Menang di Kaltim

oleh -
Suasana kampanye Akbar Partai Gerindra di Samarinda/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Ribuan warga Samarinda bergembira dalam kampanye Akbar Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim).

Sejumlah tokoh yang hadir dalam kampanye yakni, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Andi Harun, Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, G Budisatrio Djiwandono, dan mantan Gubernur Kaltim, Isran Noor, serta seluruh kader Partai Gerindra.

Kegiatan itu digelar di Lapangan Parkir Gor Segiri Jalan Kusuma Bangsa Samarinda, pada Senin (5/2/2024).

Dalam momen ini, Andi Harun dan Budisatrio tak hanya menyapa masyarakat, tetapi juga memberikan simulasi pencoblosan surat suara Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan menjelaskan cara memilih Caleg di Kaltim.

Menyikapi antusiasme masyarakat, Andi Harun menyatakan optimisme Gerindra dalam kampanye ini, mengungkapkan keyakinan bahwa Prabowo-Gibran akan menang di Kalimantan Timur.

Dalam upaya Gerindra selama bertahun-tahun, termasuk silent campaign, sosialisasi terbuka, dan penguatan jaringan pemenangan hingga survei menempatkan dukungan di atas 60%.

“Semoga Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden, melanjutkan pembangunan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan menguatkan ekonomi Indonesia,” ucapnya.

BERITA LAINNYA :  Andi Harun Berharap Samarinda Festival 2022 Bisa Jadi Wadah Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Ia juga menyampaikan tema kampanye, menekankan bahwa jika Gerindra dipercayai, kader-kadernya mampu memimpin daerah dan menjadi pemain kunci di DPRD.

“Pesan ini diharapkan menjadi fakta bagi masyarakat, memperkuat kepercayaan bahwa Gerindra pantas mendapat amanah,” jelasnya.

Terlepas dari tema kampanye, Andi Harun juga menyampaikan apresiasi terhadap Prabowo Subianto dan timnya terkait berakhirnya debat capres.

Ia terkesan dengan keberanian Prabowo yang secara terbuka meminta maaf atas kemungkinan kesalahan dan khilaf selama interaksi Pilpres.

“Minta maaf itu kata yang sekarang ini sangat mahal, menjadi pelajaran bagi kita semua pemimpin di daerah, bahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)