Sejumlah Program Pemkot Dinilai Berhasil, DPRD Samarinda: Probebaya Masih Diperlukannya Evaluasi

oleh -
oleh
Joha Fajal, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM – Sejumlah program Pemerintah Kota Samarinda dinilai cukup berhasil.

Diantaranya mulai dari pengendalian banjir hingga program Probebaya yang menyasar lapisan masyarakat ke bawah.

Selain itu, beberapa titik di Kota Tepian yang menjadi lokasi langganan banjir seperti di Simpang 4 Lembuswana, dan Jalan Dr. Sutomo juga dinilai sudah mulai terkendali.

Terkait hal itu, Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Faja beri apresiasi terhadap kinerja Pemkot.

“Pertama, menyangkut masalah bagaimana bisa menyelesaikan banjir yang ada di Samarinda. Sekarang ada berapa titik banjir itu sudah bisa diurai termasuk dengan banjir di sekitar Lembuswana dan Jalan Dr. Sutomo. Dengan adanya drainase yang begitu lebar sampai dengan ke sungai, maka kita bersyukur bahwa setiap ada hujan itu sudah tidak lagi banjir” ujar Joha Fajal beberapa waktu yang lalu.

Bukan hanya pengendalian banjir, Joha Fajal juga menilai dari segi penerangan jalan yang saat ini sudah mulai kelihatan sedikit demi sedikit.

Karena dalam kepemimpinan Andi Harun sekarang, hampir setiap tahun itu dilakukannya pengadaan terkait penerangan jalan.

“Termasuk lampu jalan mulai dari Jalan Harapan Baru, Loa Janan, sampai dengan Kilo 1 itu juga sudah ada sekarang, termasuk juga Palaran sebagian. Harapan kami di akhir pemerintahan Walikota Samarinda Tahun 2024 nanti, ya mudah-mudahan kaitan dengan penerangan jalan ini betul-betul bisa di selesaikan,” ujarnya.

BERITA LAINNYA :  Tekan Inflasi di Samarinda, Pemkot Dipimpin Wakil Wali Kota Rusmadi Gelar Rapat High Level Meeting

Selain itu, Joha Fajal juga menyoroti program Pemkot saat ini, yakni program Probebaya yang dinilai mampu mempercepat pembangunan di skala kecil.

“Tujuan awal itu kan adalah melakukan percepatan pembangunan di skala kecil, sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitarnya” ujarnya.

Namun, menurutnya untuk program Probebaya sendiri masih diperlukannya evaluasi. Karena pelaksanaanya yang tidak sesuai dengan tujuan awal, seperti apa yang sudah dimaksudkan oleh Walikota Samarinda.

“Tetapi di dalam pelaksanaan itu ada sebagian yang tidak sesuai, dalam artian kalau hanya pemberdayaan termasuk program itu kan seharusnya muncul dari kesepakatan masyarakat di RT nya melalui hasil rembuk. Itu untuk saat ini yang saya lihat belum sesuai, tapi kalo lain-lainnya saya kira sudah bagus,” pungkasnya. (adv)