Sosialisasi Raperda Wawasan Kebangsaan, Laila Fatihah Beri Penjelasan Soal PMP dan PPKN

oleh -
Laila Fatihah menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Wawasan Kebangsaan di Madrasah Tsanawiyah Labbaika yang terletak di jalan KH. Harun Nafsi, Rapak Dalam, Kecematan Loa Janan Ilir

PUBLIKKALTIM.COM – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Wawasan Kebangsaan.

Sosialisasi Raperda tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Labbaika yang terletak di jalan KH. Harun Nafsi, Rapak Dalam, Kecematan Loa Janan Ilir.

Laila Fatihah mengatakan, jika wawasan kebangsaan ini seperti pendidikan, akan tetapi kalau pendidikan kesannya seperti memberikan materi sedangkan ini hanya sosialisasi.

“Saya ingin sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, bagaimana anak-anak ini bisa berperilaku mencintai bangsa,” ujar Laila Fatihah kepada awak media, Kamis (24/11/2022).

Ia juga menjelaskan, tentang perbedaan dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PPKN).

“Kalau PMP itu lebih ke moral sedangkan PPKN tersebut lebih ke negara, nah saat ini kita hilang dari pelajaran itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Laila mengatakan, jika sebelumnya dirinya pernah mendapatkan pelatihan dari pusat dan pemerintah pusat menginginkan sekolah kita menambah satu pelajaran lagi.

“Kita harus masukan satu pembelajaran lagi, terserahlah mau pmp atau apa yang terpenting kita dapat memberikan suatu pendidikan moral kepada anak-anak,” ungkapnya.

BERITA LAINNYA :  Jukir Liar Kerap Meresahkan Masyarakat, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Dishub Perhatikan Upah Jukir Resmi

Alsan mengapa dirinya melakukan Sosialisasi kepada anak-anak SMP adalah karena menurutnya anak-anak tersebut masih mencari jati diri.

“Hal tersebut yang memudahkan kita memberikan masukan-masukan, makanya tadi saya berpesan kepada pemateri untuk tidak terlalu seirus,” ucap Laila.

“Sosialisasi tadi kita selingi dengan game, karena materi akan masuk jika kita selingkan dengan game ketimbang harus didengarkan dengan seirus,” lanjutnya.

Laila membeberkan, jika tujuannya adalah untuk menguatkan dan mengokohkan tentang bagaimana kita bisa membesarkan bangsa ini dari akar rumput yang paling bawah.

“Mengapa saya pilih dari yang paling bawah karena yang paling bawah ini adalah generasi penerusnya,” pungkasnya. (Adv)