Sosok Pendamping Andi Harun di Pilkada Samarinda 2024 Mulai Terkuak, Berikut Kriterianya

oleh -
oleh
Andi Harun saat menyampaikan pandangannya dalam diskusi politik Pilkada Samarinda 2024 yang diselenggarakan Pojok Negeri Media di Setiap Hari Kopi, Jalan Juanda, Samarinda, pada Sabtu (8/6/2024)/IST

PUBLIKKALTIM.COM –  Calon kandidat Wali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri diskusi politik Pilkada Samarinda tahun 2024.

Diskusi tersebut diselenggarakan Pojok Negeri Media yang digelar di Setiap Hari Kopi, Jalan Juanda, Samarinda, pada Sabtu (8/6/2024).

Adapun tema yang  diangkat dalam diskusi itu yakni “Menakar Visi Misi Figur Calon Wakil Wali Kota”.

Selain Andi Harun, turut hadir Syafaruddin (Ketua TWAP), Agus Tri Susanto (Sekretaris DPRD Samarinda) Serta dr. Uji Hardana (Ketua Kesira Kaltim).

Ketiganya diketahui melamar menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Samarinda.

Dalam diskusi tersebut, Andi Harun menyampaikan pandangannya bahwa Samarinda masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Saat ini Samarinda sampai sekarang masih memiliki PR yang cukup banyak. Kita masih punya PR banjir, kita masih ada PR air, kita masih ada PR infrastruktur,” ujar Andi Harun.

Ia mengatakan walaupun dalam 3 tahun terakhir ini telah masif melakukan berbagai upaya, persoalan ini telah berlangsung belasan hingga puluhan tahun.

“Kita butuh waktu untuk melakukan penyempurnaan dari program-program yang sudah ada,” ucapnya.

Menurut Andi Harun, ketika membicarakan politik Pilkada, ukuran yang digunakan adalah ukuran politik juga ada tiga kriteria utama dalam menilai calon pendamping atau calon wali kota, yaitu popularitas, elektabilitas, dan integritas.

“Ketika kita ditanya kriteria pendamping atau bahkan kriteria calon wali kota, ada tiga yang paling umum diketahui orang popularitas, elektabilitas, dan integritas. Namun yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Andi Harun kemudian membagi calon pendampingnya menjadi tiga kluster calon dari partai politik, figur publik yang non partai, dan figur yang berasal dari birokrat.

“Di Gerindra, ada 13 pendaftar dari partai politik, dan 5 dari luar partai. Totalnya ada 18. Dari malam ini bisa mengerucut menjadi 3 orang yang belum dimunculkan namanya agar tidak menimbulkan kegaduhan politik di Samarinda,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya figur publik yang tidak berasal dari politisi atau birokrat, yang memiliki visi untuk membangun Samarinda bersama-sama.

BERITA LAINNYA :  Manfaatkan Media Sosial, Ketua Partai Gerindra Kaltim Andi Harun Sapa Masyarakat Lewat Facebook

“Saya bilang bagaimana semua calon ini memiliki kemampuan bersama dengan wali kota untuk memodifikasi masyarakat melalui visi dimana-mana kita membahas tentang elektabilitas tapi kita tidak mempertengkarkan soal fisik. Kita tidak ada sebuah program yang tidak berangkat dari gagasan,” ungkapnya.

Menurut Andi Harun, visi adalah hal yang sangat penting dalam memimpin sebuah kota harus memiliki visi karena kita akan menggerakkan visi tersebut.

“Bukan gerakan-gerakan parsial yang tidak membuat gerakan pembangunan kota menjadi beraturan sebuah program yang baik dan berdampak pada masyarakat dimulai dari gagasan dan dibuat menjadi generasi,”katanya.

Diskusi ini juga membahas bagaimana calon wakil wali kota bisa membangun ikatan yang harmonis dengan masyarakat dan memiliki perspektif gerakan bersama dalam membangun kawasan kota ini.

“Yang kedua adalah figur publik yang tidak berasal dari politisi ataupun birokrat terakhir saya bilang, bagaimana semua calon ini memiliki kemampuan bersama dengan wali kota untuk memodifikasi masyarakat melalui visi Karena di mana-mana kita membahas tentang elektabilitas tapi kita tidak mempertengkarkan soal fisik tidak ada sebuah program yang tidak berangkat dari gagasan,” ungkapnya.

Andi Harun juga menekankan pentingnya memiliki calon pendamping yang mampu bergerak secara teratur dalam membangun kota.

“Kita menggunakan gerakan aturan sehingga tidak salah kalau sebuah program yang oke dan berdampak pemanfaatan di masyarakat itu dimulai dari gagasan dan dibuat menjadi generasi ketika melahirkan program, model calon pendamping akan kita pilih bersama-sama dalam rangka menuju Samarinda lima tahun ke depan,” pungkasnya. (*)