Stabilitas Ekonomi dan Penanganan Bencana Jadi Sorotan Rapat Prabowo di Hambalang

oleh -
oleh
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto/Foto: IG @prabowo

PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya, Hambalang, pada Minggu malam, membahas berbagai isu penting mulai dari perkembangan ekonomi hingga penanganan bencana di Tanah Air.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo meminta laporan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kondisi perekonomian terkini, khususnya mengenai bea cukai dan perpajakan.

“Turut dibahas perkembangan terkini perekonomian di Tanah Air, termasuk bea cukai dan pajak,” tulis Sekretariat Presiden dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (15/12/2025).

Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya menekankan pentingnya perbaikan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Purbaya menyatakan, meskipun kapasitas pegawai cukup baik, institusi ini perlu “didorong” agar kinerjanya maksimal.

“Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin saja, digebuk-gebuk, dua minggu keluar,” ujar Purbaya di Terminal 3 Tanjung Priok, Jumat (12/12).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan pihaknya akan melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari budaya kerja, peningkatan kinerja, hingga pengawasan di pelabuhan dan bandara.

“Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985-1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi atau diulangi,” kata Djaka di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Rabu (3/12).

BERITA LAINNYA :  Porter Bandara Balikpapan Curi Emas, Dewi Perssik Bakal Dipanggi Polisi Sebagai Saksi

Stabilitas Pangan dan Harga Kebutuhan Pokok

Selain ekonomi, Presiden Prabowo juga menyoroti ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Ia meminta laporan terkait kebijakan pemberian insentif di beberapa sektor untuk meringankan beban masyarakat, termasuk pengurangan harga tol, tiket pesawat, kereta api, kapal laut, dan fasilitas publik lainnya.

Penanganan bencana juga menjadi fokus rapat.

Presiden Prabowo meminta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Sumatra dipercepat.

Selain itu, persediaan alat berat, truk air minum, air bersih, dan toilet portable harus ditambah, terutama di lokasi terdampak paling parah.

Menteri PU Dody Hanggodo diminta memastikan semua pengungsi mendapatkan kebutuhan tersebut.

Dengan rapat ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, dan penanganan bencana di akhir tahun, sekaligus mendorong perbaikan kinerja institusi strategis seperti Bea Cukai. (*)

1.052 Tayangan