PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati tidak berani pulang ke Samarinda usai melakukan perjalanan dinas dari Provinsi Banten.
Saat ini istri wali kota Samarinda itu menetap di Jakarta bersama anaknya. Puji mengaku sempat kurang sehat saat berada di Jakarta. Namun, saat ini kondisinya dalam keadaan sangat baik.
“Saya masih di Jakarta ini, belum berani pulang. Sejak tanggal 8 Maret, habis dinas dari Banten. Terus saya juga seperti serak gitu suara hilang dan flu. Alhamdulillah ini sudah 3 kali diperiksa. Kemudian karena ada anak juga di Jakarta. Sekaligus jaga anak, safe buat saya, buat masyarakat juga. kalau saya pulang pasti nanti ketemu orang banyak,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (24/3/2020).
Meski begitu, dari Jakarta Puji memonitor setiap perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim. Ia telah menyampaikan usulan kepada wali kota Samarinda (Syahrie Jaang) untuk dapat memanfaatkan Kampung Keluarga Berencana (KB) sebagai kampung siaga Covid-19.
“Saya monitor terus sih. Saya sudah sampaikan ke Bapak (Syahrie Jaang). Karena instruksi nasional di setiap kecamatan di setiap kabupaten kota mempunyai yang namanya kampung KB. Artinya, kalau kampung KB itu disulap juga, tidak hanya dalam rangka pengendalian angka kelahiran, tidak hanya monitoring tentang warga, tetapi juga sekarang ini dititipkan menjadi kampung siaga Covid-19,” ujarnya.
Lebih lanjut, jikapun nantinya Puji Setyowati kembali ke Samarinda, maka mau tak mau dirinya akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.
Hal ini sesuai dengan penjelasan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Osa Rafshodia.
Kasus berstatus ODP itu sama seperti hal yang pernah dialami suami Puji Seytowati, Syaharie Jaang beberapa waktu lalu.
Pasalnya, saat Syaharie Jaang baru pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu, ia kemudian ditetapkan sebagai ODP Corona.
Disampaikan dr.Osa, hal itu dikarenakan Syaharie Jaang usai bepergian dari daerah yang masuk kategori wilayah terjangkit.
“Bapak (Syaharie Jaang) datang dari Jakarta, dan pihak Dinkes mendapatkan informasi atas laporan dari tim yang bertugas di airport APT Pranoto Samarinda,” ucapnya.
“Namun bapak tidak ada gejala, bapak tidak ada demam, batuk, pilek ataupun sesak napas,” ucapnya.
Meski tetap sehat, karena datang dari tempat yang dikatakan terjangkit virus, Syaharie Jaang tetap dipantau. Kecuali jika nanti ada gejala lanjutan, maka tindak lanjut lainnya akan dilakukan.
“Kecualai kalau dia ada gejala maka dilakukan isolasi rumah selama 4 – 7 hari,” ujarnya.
Diinformasikan bahwa untuk status ODP, semua orang yang datang dari wilayah terjangkit, maka akan dimasukkan dalam status ODP. (*)