Tangani Keluarga Beresiko Stunting di Sungai Pinang, PLKB: Akan Dapat Rujukan Pendampingan

oleh -
Ilustrasi Stunting/indonewstoday.com

PUBLIKKALTIM.COM – Penanganan kasus stunting di Samarinda terus dilakukan, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT.

Keluarga berisiko stunting direkomendasikan untuk mendapat rujukan pendampingan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sungai Pinang Fitri Noviyani.

“Keluarga berisiko stunting ini akan direkomendasikan mendapat rujukan pendampingan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut,” ujarnya.

Menurut verifikasi dan validasi hasil pemutakhiran data yang dilakukan di 5 kelurahan Kecamatan Sungai, Fitri menyebut, sebanyak 4.445 keluarga beresiko stunting dengan sasaran 9.810 keluarga.

Lima Kelurahan tersebut yakni kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kelurahan Gunung Lingai, Kelurahan Mugirejo, dan Kelurahan Bandara.

“Keluarga berisiko ini terdapat klasifikasinya mengapa dikatakan berisiko, jadi bukan berarti anaknya sudah stunting,” jelas Fitri.

Fitri menyebut, banyak yang faktor penilaian yang dapat menentukan keluarga tersebut berisiko stunting.

“Sasaran surveynya untuk keluarga yang memiliki anak Baduta (bawah dua tahun) dan Balita (bawah lima tahun) dan keluarga yang memiliki ibu hamil,” jelasnya.

BERITA LAINNYA :  Turunkan Angka Stunting, Samarinda Lakukan Gerakan Penambahan Hari Buka Posyandu

Fitri mengatakan, penilaian keluarga beresiko stunting mencakup penilaian terhadap kesediaan sumber air minum utama yang layak konsumsi dan kepemilikan jamban layak.

“Jadi jika tidak layak dan sumber air yang tidak layak konsumsi akan dikategorikan sebagai keluarga berisiko stunting,” ungkapnya.

Terdapat juga penilaian 4 terlalu, yakni  Terlalu Muda dengan kategori usia istri kurang dari 20 tahu, terlalu tua dengan usia istri di kategori 35 – 40 tahun, Terlalu dekat yaitu dengan jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun, dan Terlalu Banyak dimana keluarga yang memiliki anak lebih dari 3 anak. (advertorial)