PUBLIKKALTIM.COM – Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit Yonif Raider 408/SBH yang gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, ke kampung halamannya.
Pelepasan ketiga jenazah prajurit digelar di Aula Yonif 754/ENK di Jalan Trans Nabire, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Jumat (28/1/2022).
Setelah melakukan penghormatan terakhir kepada ketiga jenazah tersebut, selanjutnya jenazah diusung dan diantar ke bandara Mozes Kilangin menggunakan mobil jenazah.
Ketiga prajurit itu antara lain, Serda M Rizal Maulana Arifin diterbangkan ke Bandung pada pukul 08.18 WIT menggunakan pesawat Batik Air ID-6186.
Pratu Tuppal Halomoan Baraza diterbangkan ke Jambi pada pukul 12.11 WIT menggunakan pesawat Batik Air ID-6187.
Sedangkan Pratu Pratu Rahman Tomilawa diterbangkan ke Maluku Tengah pada pukul 16.10 WIT menggunakan pesawat Batik Air ID-6261.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan pihaknya akan terus mengejar KKB yang menyerang Pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak yang berujung gugurnya tiga prajurit.
“Kami sudah memiliki beberapa nama berdasarkan informasi dan intelejen. Nama-nama itu akan terus dikejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Andika Perkasa.
Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengunjungi Papua untuk melakukan evaluasi internal pasca tewasnya tiga prajuritnya saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) Rabu (26/1) dan Kamis (27/1).
Hal itu disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Prantara Santosa.
Namun Prantara belum merinci aspek apa saja yang dievaluasi oleh Andika selama berada di Papua.
Dia juga belum membeberkan agenda yang akan dilakukan Andika selama berada di Papua.
“Evaluasi internal,” kata Prantara Santosa dikutip dari CNNIndonesia.com.
Lebih lanjut, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berangkat ke Papua sejak Kamis kemarin (28/1).
Meutya mengatakan Andika menghubunginya karena tidak bisa menghadiri rapat lantaran harus menuju Papua.
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin juga mengungkapkan hal serupa.
Dia menyebut Andika tidak hadir dalam rapat karena berangkat ke Papua untuk merespons peristiwa anggota TNI yang tewas dalam baku tembak dengan KKB Papua di Distrik Gome, Kabupaten Puncak. (*)