Tingkatkan Daya Jual Para Pedagang, Pemkot Samarinda Segera Revitalisasi Kawasan Citra Niaga 2023 Ini

oleh -
oleh
Suasana Pertemuan Pemkot Samarinda dengan Pedagang Kawasan Citra Niaga

PUBLIKKALTIM.COM – Pemkot Samarinda berencana untuk merevitalisasi kawasan Citra Niaga tahun 2023 ini.

Citra Niaga Samarinda diketahui merupakan tempat wisata perbelanjaan khas Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bangunan yang berdiri sejak tahun 1989 ini pernah mendapat Aga Khan Award for Architecture (AKAA).

Rencananya revitalisasi kawasan Citra Niaga akan dimulai tahun ini.

Hal ini disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat ditemui di Balaikota Samarinda pada Jum’at (19/5/2023).

Andi Harun mengumpulkan Warga Citra Niaga untuk Sosialisasikan pengerjaan Revitalisasi Citra Niaga.

“Proyek akan dilaksanakan tahun ini ,dan sudah disepakati semua pihak,” kata Andi Harun.

Rencananya tahap pertama akan dimulai pada sisi jalan Niaga Utara dan seharusnya tidak ada lagi hambatan pengerjaan proyek.

“Tahap Pertama akan dimulai pada sisi jalan Niaga Utara,“ ucapnya.

AH mengatakan Revitalisasi Citra Niaga akan mengeluarkan anggaran Rp 10 miliar, yang seutuhnya dilakukan untuk kebaikan para pelaku usaha.

“Termasuk juga tata kelola parkir yang lebih teratur dan memberi kenyamanan bagi para pengunjung,” jelasnya.

Sebagai kawasan yang pernah mendapatkan AKAA, ia mengungkapkan Pemkot Samarinda akan berusaha keras mempertahankan eksistensinya.

BERITA LAINNYA :  Walikota Andi Harun Bakal Jadikan Batik Samarinda Jadi Pakaian Resmi OPD pada Hari Kamis

“Kawasan tersebut akan ditata ulang sesuai dengan jenis dagangannya, jadi tidak ada lagi dagangan yang campur-campur. semuanya telah disepakati, tidak ada pemberhentian aktivitas perdagangan, hanya akan disesuaikan,” jelasnya.

AH Optimis pengerjaan proyek tersebut tidak akan ada hambatan.

“Kita harus juga ubah budayanya bukan hanya fisik bangunannya,” pungkasnya

Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti mengatakan bahwa pihaknya hanya mengubah kerusakan pada bangunan sebelumnya.

“Intinya niat Pemerintah mau membangun sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya guna meningkatkan daya jual para pedagang,” kata Desy.

Ia mengatakan tujuan kawasan tersebut direvitalisasi, bisa membuat dagangan para pedagang bisa laku dan ramai, agar tidak kalah dengan Mall. (*)