Wujudkan Visi Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional, Unmul Wajibkan Mahasiswa Tinggal di Asrama Mulai 2024 

oleh -
oleh
Gedung rektorat Universitas Mulawarman/ IST

PUBLIKKALTIM.COM – Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda terus meningkatkan  sarana dan prasarana mereka.

Hal itu guna mewujudkan visi menjadi salah satu perguruan tinggi bertaraf internasional.

Oleh karena itu, Unmul tengah menyiapkan terobosan wajib asrama bagi mahasiswa mereka.

“Dormitory (asrama) ini akan kita wajibkan untuk mahasiswa baru atau semester satu hingga semester dua,”ujar Rektor Unmul, Abdunnur.

Saat ini pembangunan dormitory tengah berjalan dengan dukungan APBN, APBD hingga mitra swasta.

Ia mengatakan program wajib tinggal di asrama itu akan dimulai pada 2024.

“Kapasitas kamar yang disiapkan adalah 6000 lebih. Kita upayakan selesai sebelum penerimaan mahasiswa baru di 2024 mendatang,” jelasnya.

Pengadaan asrama ini dikatakannya sejalan dengan visi Unmul menuju digitalisasi dan smart campus.

Tujuannya untuk memberikan standarisasi hidup bagi mahasiswa.

Sebab ia meyakini sarana dan prasaran dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan kualitas lulusan.

“Apalagi banyak mahasiswa kita dari luar daerah ataupun yang kurang mampu. Tentu kita tidak mau proses belajar mereka tidak ditunjang tempat yang mumpuni,” ucapnya.

Abdunnur melanjutkan, nantinya asrama itu akan dijadikan pusat pembelajaran peradaban, ekstrakurikuler, penguatan karakter mental hingga kebangsaan.

BERITA LAINNYA :  Usai Ungkap Dua Otak Perencana Bom Molotov di Lingkungan Kampus Unmul, Polresta Samarinda Buru Donatur

Pihaknya juga menjamin asrama itu akan layak dihuni dan memberikan kenyamanan bagi para mahasiswa.

Sebab, dormitory itu akan dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang seperti mini teater movie, tempat ibadah, mini market khusus mahasiswa, tempat olahraga dan lain sebagainya.

“Dengan begitu, lulusan Unmul tidak hanya memiliki kemampuan di atas rata-rata tapi juga beriman, taqwa dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, biaya menetap di asrama belum ditetapkan.

Namun ia menekankan, kalaupun asrama akan dikenakan tarif, diharapkan tak menjadi beban bagi mahasiswa.

“Karena tujuan adanya biaya adalah mengajarkan mahasiswa kita untuk bertanggungjawab dan merasa memiliki, sehingga mereka mau menjaga,” pungkasnya. (*)

1.009 Tayangan