Ajak Rakyat Tak Takut Bersuara, Megawati Tegaskan Demokrasi Bukan Sekadar Omong Kosong

oleh -
oleh
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Ist

PUBLIKKALTIM.COM – Seluruh warga negara Indonesia diminta untuk tidak takut menyuarakan pendapat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada Senin (15/6/2026).

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Karena itu, masyarakat tidak perlu merasa takut untuk menyampaikan pandangan maupun kritik selama dilakukan secara bertanggung jawab.

“Ini adalah demokrasi, dan ini bukannya omong kosong. Saya berani bertanggung jawab. Tapi jangan semena-mena,” kata Megawati di hadapan para tamu undangan.

Soroti Keadilan Hukum bagi Bung Karno

Megawati juga menyinggung persoalan yang menimpa ayahnya, Soekarno.

Ia mempertanyakan proses hukum yang pernah dikenakan kepada sang proklamator melalui ketetapan negara tanpa melalui mekanisme peradilan yang menurutnya semestinya dilakukan.

Menurut Megawati, seseorang yang dianggap bersalah seharusnya mendapatkan kesempatan menjalani proses hukum yang adil dan terbuka.

Ia menilai prinsip tersebut merupakan bagian penting dari negara hukum.

“Bapak saya itu dikasih TAP MPR. Lalu kapan pengadilannya? Kalau dia bersalah, harus ada pengadilannya,” ujarnya.

Megawati menambahkan bahwa penghormatan terhadap hukum seharusnya menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan negara.

Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan praktik hukum pada masa penjajahan yang tetap menerapkan proses peradilan terhadap pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.

BERITA LAINNYA :  Kebakaran KM-2 Balikpapan Tewaskan 4 Korban Jiwa, Tim Puslabfor Mabes Polri Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

“Bayangkan penjajah saja tetap menghormati hukum. Tentaranya saja selalu diadili oleh penjajah untuk masuk penjara,” katanya.

Mahasiswa Diminta Berani Menyampaikan Kebenaran

Dalam kesempatan yang sama, Megawati memberikan perhatian khusus kepada kalangan mahasiswa.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai bagian dari warga negara yang berhak menyampaikan pendapat dan mengawasi jalannya kehidupan berbangsa serta bernegara.

Megawati mengingatkan agar mahasiswa tidak kehilangan keberanian dalam menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.

Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang harus dijaga bersama.

“Mahasiswa itu masuk atau tidak sebagai warga negara Indonesia? Itu menunjukkan apa, hati kalian tidak teguh. Jadi mustinya jangan takut,” tegasnya.

Melalui pidato tersebut, Megawati kembali menekankan pentingnya demokrasi, kesetaraan di depan hukum, serta keberanian masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Ia berharap seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda, terus menjaga ruang kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan demokratis di Indonesia. (*)

1.089 Tayangan