PUBLIKKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun fokusnya tiga titik banjir dalam master plan penanggulangan banjir di Kota Samarinda.
Tiga titik tersebut yakni simpang 4 Sempaja, simpang 4 Lembuswana dan Jalan D.I. Panjaitan.
“Simpang 4 Lembuswana, simpang 4 Sempaja yang di dalamnya ada bengkuring dan Jalan D.I Panjaitan itu di dalamnya ada Mugirejo dan Lempake,” urainya kepada awak media usai rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Konservasi, PUPR Kaltim dan Bappeda Kota Samarinda, Selasa (14/4/2021).
Jalur air di simpang 4 Lembuswana akan dilakukan perbaikan. Khususnya perbaikan gorong-gorong di lajur lambat. Gorong-gorong di bawah lajur lanbat diduga buntu yang menyebabkan air tidak mengalir normal.
“Di depan Lembuswana di lajur lambat ada gorong-gorong yang kemungkinan buntu. Pipa di atas tanah saja susah diperbaiki apalagi gorong-gorong,” tuturnya.
Pipa gorong di lajur lambat itu nanti akan dibongkar. Gorong-gorong akan dibuka menjadi saluran air terbuka
“Kita akan angkat pipanya buat jadi saluran terbuka. Nanti dekat jembatan ada pintu air. Nanti di gang 8 Dr. Soetomo akan kita revitalisasi pintu airnya. Ditambah dengan mesin pompa yang kita akan fungsikan untuk menanggulangi banjir,” ujarnya.
Ketua DPD Gerindra Kaltim ini menegaskan bahwa daerah gang Nibung hingga jembatan Ruhui Rahayu akan mendapat sentuhan penanggulangan banjir.
“Pokoknya dari gang Nibung sampai jembatan Ruhui Rahayu masuk dalam rencana penanggulangan banjir,” pungkasnya. (advertorial)