PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA– Para driver ojek online yang tergabung dalam Gabungan Roda Dua (Garda) Kaltim dan Tim Khusus Anti-Bandit (Tekab) Samarinda turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan pencegahan dini penularan virus corona atau Covid-19, dan melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa rumah ibadah.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh anggota TNI dan Polri yang bertugas sebagai Babinsa dan Babinkamtibmas di kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Namun, dalam segi keamanan diri para ojol yang berinisiatif turun membantu peran pemerintah dalam menyebarkan informasi dan pencegahan virus corona kepada masyarakat ini masih sangat terbatas. Para ojol hanya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan antiseptik.
“Intinya alat keamanan diri yang kami pakai ini masih sangat terbatas. Masih berupa masker dan antiseptik, baru 2 itu aja,” ujar Fadel Balher, ketua DPD Garda Kaltim kepada Diksi.co, Kamis (26/3/2020).
Mengenai kegiatan di lapangan, para ojol bersama Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan konvoi kendaraan roda dua di wilayah Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.
“Kami melakukan konvoi bermotor melakukan imbauan bersama Babinsa dan Babinkamtibmas yang ada di kecamatan Sungai Kunjang, Kelurahan Karang Asam Ulu. Menggunakan alat pembesar suara, kami mengimbau masyarakat bagaimana cara mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang dianjurkan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan,” bebernya.
Selain itu, disampaikan Ketua Garda Kaltim Fadel, sejak Selasa (24/3/2020) rekan-rekan ojol telah melakukan penyemprotan di beberapa titik lokasi tempat ibadah yang ada di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.
“Dari masjid, gereja kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian nanti akan berlanjut dengan nanti mungkin akan mendirikan posko Covid-19 dengan organisasi aksi cepat tanggap (ACT) yang mungkin akan kita lakukan minggu-minggu ini,” ujarnya.
Untuk kegiatan penyemprotan rekan-rekan ojol mendapat bantuan alat perlengkapan dan bahan disinfektan dari Dinas Perhubungan Kota Samarinda yang bekerja sama dengan RS Dirgahayu.
“Kalau bantuan bahan penyemprotan, kami kemarin dapat dari Dishub Kota Samarinda yang bekerja sama dengan RS Dirgahayu kami diberikan tiga jerigen cairan disinfektan,” katanya.
Yang tiga jerigen itu kami pakai untuk penyemprotan tempat ibadah. Jadi baru yang membantu kami itu adalah Dishub Kota Samarinda. Kemudian Dinas Kesehatan Provinsi kami sudah surati, namun sampai saat ini belum ada jawaban,” tutupnya. (*)