PUBLIKKALTIM.COM – Sosok Deolipa Yumara mencuri perhatian publik usai muncul sebagai pengacara baru Richard Eliezer atau Bharada E, menggantikan Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri.
Deolipa Yumara diberikan kepercayaan oleh Bareskrim Polri untuk menangani Bharada E yang terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.
Saat Deolipa Yumara muncul sebagai pengacara Bharada E, dia memberikan keterangan jika kronologi yang pernah disampaikan kliennya merupakan rekayasa.
Pengakuan ini pun kemudian membuka lembaran baru hingga Bharada E mengajukan diri jadi justice collaborator.
Namun setelah beberapa hari menjadi kuasa hukum Bharada E, tiba-tiba keluar surat pencabutan kuasa.
Deolipa menduga pencabutan surat kuasa dirinya sebagai pengacara Bharada E karena adanya tekanan dari pihak lain yang tidak menginginkan kasus kematian Brigadir J terungkap secara terang benderang.
Terkait hal itu, Deolipa Yumara, bakal menggugat eks kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (15/8/2022) mendatang.
Alasan Deolipa melakukan gugatan itu karena dirinya yang sedang fokus mendampingi Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J tiba-tiba keluar surat pencabutan kuasa.
“Saya mengajukan uji materil dan formil terhadap pencabutan surat kuasa, salah satunya dengan melakukan gugatan ke PN Jaksel,” kata Deolipa di kediamannya, Depok, Sabtu 13 Agustus 2022.
Deolipa menduga pencabutan kuasa terhadap dirinya oleh Bharada E cacat formil.
“Saya rasa cacat formil, surat kuasa adalah surat yang sifatnya para pihak, pemberi kuasa dan penerima kuasa. Jika pemberi kuasa mencabut, penerima kuasa mempunyai hak retensi, hak menahan semua keadaan,” kata Deolipa.
“Saya kira ada orang yang mengintervensi atau menyuruh sehingga dia (Bharada E) mencabut kuasa,” ungkapnya.
Deolipa menceritakan, dirinya menjadi kuasa hukum Bharada E hanya 5 hari, setelahnya, keluar surat pencabutan kuasa oleh Bharada E.
“Yang saya gugat Bharada e, pengacaranya, negara, bareskrim, dan para tergugat lainnya,” pungkas Deolipa. (*)