Cegah Covid-19, Pemkot Bontang Keluarkan Surat Edaran Penutupan Sementara THM

oleh -
oleh
Surat Edaran Wali Kota Bontang terkait penutupan THM

PUBLIKKALTIM.COM, BONTANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah penutupan sementara fasilitas umum di berbagai lini sejak ditetapkannya Bontang berstatus kejadian luar biasa (KLB) pada Senin (23/3).

Tak terkecuali tempat-tempat hiburan malam atau THM yang menjadi salah satu pemicu berkumpulnya massa.

Pemkot Bontang melalui surat edaran (SE) Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) mengimbau kepada seluruh pemilik maupun manajemen THM di Bontang untuk tidak membuka atau menghentikan operasionalnya guna pencegahan corona virus disease (Covid-19) semakin merebak.

“Staf saya sudah bergerak dari pagi untuk distribusikan SE itu. Kami berharap berlaku mulai berlaku hari ini. Kesadaran masyarakat sudah tumbuh, sebelum ada ini juga udah ditutup. Wali kota menegaskan kembali saja,” kata Bambang Cipto Mulyono selaku kepala Dispopar Bontang, Selasa (24/3/2020).

Jika memang masih melihat ada tempat yang buka, Bambang menyampaikan permohonan maafnya, karena tidak menutup kemungkinan ada yang tercecer, terlebih THM yang di luar pengawasan pihaknya. Namun pada intinya, surat tersebut berlaku untuk semua THM tanpa terkecuali.

Usai pendistribusian selesai, Bambang lebih memilih menyerahkan kewenangan kepada pihak aparat untuk penindakan lebih lanjut. Menurutnya, aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP bisa melakukan penindakan secara tegas jika memang masih ada THM yang bandel dan tidak mengindahkan surat edaran wali kota tersebut.

BERITA LAINNYA :  Waspada Covid-19, Wali Kota Samarinda Terbitkan Surat Edaran

“Kalau kami (Dispopar) sifatnya preventif saja, berupa imbauan. Kan sudah ada maklumat kapolri juga. Nah itu bisa ditindaklanjuti TNI-Polri untuk membubarkan kerumunan massa. Tentu ada ancaman pidananya,” tuturnya.

Diakhir, Bambang berharap tidak hanya dari pemerintah dan aparat saja, masyarakat pun diajak untuk sadar dalam keadaan saat ini untuk social distancing dan tak perlu banyak keluar jika tidak penting, hal ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bontang.

“Mohon kesadaran masyarakat. Ayo, sama-sama lawan corona,” tutupnya. (*)