Di Depan Peserta Lemhannas, Sekda Sri Wahyuni Jelaskan Soal Sejarah Kaltim dan IKN

oleh -
oleh
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni saat menyambut peserta Lemhannas/Foto: Diskominfo Kaltim

PUBLIKKALTIM.COM – Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas RI) melakukan kunjungan ke Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim).

Kedatangan peserta SSDN itu disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni mewakili Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik.

Pertemuan itu berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (10/6/2024).

Dalam paparannya, Sri Wahyuni membahas tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dimana menjadi tujuan dan rujukan secara regional, nasional bahkan internasional di Kaltim.

Ia menyatakan, dulu orang bilang belum ke Kaltim jika belum menyusuri Sungai Mahakam dan melihat satwa serta budaya asli suku Dayak.

“Tapi sekarang, orang belum ke Kaltim, kalau belum ke IKN” ucapnya sembari bercanda.

Sri Wahyuni menerangkan potensi Kaltim dari perspektif sumber daya alam, sumber daya manusia, ekonomi, lingkungan dan sosial, seni budaya serta wisata.

Disampaikannya, Kaltim sudah mempersiapkan diri sebagai daerah penyangga sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara, dimana dalam kapsul waktu ada tujuh cita-cita masyarakat Kaltim.

BERITA LAINNYA :  Usai Lakukan Tinjauan Lapangan, Pemkot Samarinda Rencanakan Normalisasi Sungai dan Relokasi Pasar Kemuning

Salah satu cita-cita itu, ucapnya, adalah 70 tahun nanti Kaltim akan menjadi ibu kota negara.

Sri Wahyuni pun kembali menceritakan sejarah yang bermula dari abad ke IV masa Kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang ada di Benua Etam.

Menurutnya, di abad ini pula membuktikan kebesaran bangsa Indonesia mengenal literasi dan keluar dari jaman pra sejarah.

“Ibu Kota Nusantara ditetapkan di bumi Benua Etam, bagi kami seperti pendahulu yang bergerak kembali,” pungkasnya. (*)