Diduga Hasil Hubungan Gelap, Petugas Kebersihan Temukan Bayi Terkubur di Samarinda

oleh -
oleh
Ilustrasi bayi

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Diduga hasil hubungan gelap, jasad bayi yang di perkirakan berusia 4 bulan ditemukan dikubur di bawah pohon nangka, tepatnya di di belakang halaman guest house Jalan Sultan Sulaiman (Pelita 5) RT 29 Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan Kota Samarinda, Senin (14/10/2019).

Jasad bayi tersebut dibungkus dengan baju kaos warna putih yang ditemukan petugas kebersihan guest house pada pukul 9 pagi.

Menurut keterangan saksi mata yaitu petugas kebersihan guest house bernamaLa Dedi(19), sebelum menemukan orok bayi tersebut, La Dedi seperti biasa melakukan aktivitas bersih-bersih di halaman gues thouse.

Lantaran curiga melihat salah satu pohon terdapat bekas galian, Dedi berinisiatif langsung membongkar galian tersebut, dengan menggunakan tangan kosong. Usai menggali Dedi pun kemudian menemukan jasad bayi dibungkus dengan baju kaos warna putih.

“Pas saya bersih- bersih tadi pagi, saya lihat ada bekas galian dan menemukan orok itu” ucapnya.

Saat ditanyakan siapa pelaku yang menguburkan orok bayi tersebut, La Dedi tidak mengetahui. Namun curiga ada penghuni guesthouse tadi malam yang mondar-mandir. Dicurigai penghuni guest house yang mondar-mandir tersebut adalah pelaku yang menguburkan orok bayi tersebut. Diperkirakan bayi tersebut dibuang pada pukul 5.00 subuh dini hari tadi.

BERITA LAINNYA :  Akan Ada Perubahan Tahapan Tata Cara Pemilihan pada Musda Golkar Kaltim yang Digelar 2 hingga 4 Maret 2020

” Saya tidak tahu siapa pelaku, tapi curiga menguburkan orok tersebut pada subuh hari jelang salat subuh” ucap La Dedi.

Kepolisian sektor Samarinda kota langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku pembuangan bayi orok . Polisi Lantas memintai keterangan dari para saksi termasuk petugas pengamanan dan petugas pembersihan serta pemilik guest house.

“Memang benar ada penemuan orok bayi berkat laporan dari warga. Kami mintai beberapa saksi untuk mencari pelaku” ucap Babinsa Sambutan Iptu Dandi Yono.

Jasad tersebut langsung dibawa ke rumah sakit Abdul Wahab Syahranie kota Samarinda, untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut. (*)