DPRD Samarinda Soroti Keterbatasan Genset PDAM Saat Gangguan Listrik Terjadi

oleh -
oleh
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, meminta PT PLN segera menyelesaikan berbagai kendala yang memicu gangguan pasokan listrik di Samarinda.

Pasalnya, selain mengganggu aktivitas warga, pemadaman listrik juga menghambat proses produksi dan distribusi air bersih yang bergantung pada pasokan listrik.

Joha menjelaskan, perusahaan daerah penyedia air bersih memang memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi pemadaman.

Namun, kapasitas genset tersebut belum mampu menopang seluruh kebutuhan operasional instalasi pengolahan air.

“PDAM memang memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun kapasitasnya terbatas sehingga tidak bisa mengoperasikan seluruh peralatan pengolahan air. Akibatnya, produksi dan distribusi air kepada masyarakat ikut terganggu ketika listrik padam,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Keterbatasan kapasitas genset membuat produksi air bersih tidak dapat berjalan optimal selama pasokan listrik utama terhenti.

Jika pemadaman berlangsung cukup lama, distribusi air kepada pelanggan juga berpotensi mengalami gangguan.

Joha menegaskan, listrik bukan hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi penopang utama berbagai layanan publik.

BERITA LAINNYA :  DPRD Samarinda Dorong Pemerinta dan Perusahaan Penuhi Hak Para Buruh

Karena itu, ia meminta PLN segera memperbaiki keandalan jaringan agar dampak gangguan tidak meluas ke sektor lain.

Ia menilai percepatan penanganan gangguan listrik sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama layanan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.

Ia juga mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara PLN dan perusahaan daerah penyedia air bersih.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski terjadi gangguan pada jaringan listrik.

“Pasokan listrik harus menjadi perhatian karena pelayanan publik sangat bergantung pada listrik. Semakin cepat gangguan ditangani, semakin kecil pula dampaknya terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

1.007 Tayangan