Gempa Filipina Berdampak ke Indonesia, Warga Talaud Laporkan Kerusakan Bangunan

oleh -
oleh
Warga di Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan adanya kerusakan bangunan akibat gempa/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Mindanao, dan getarannya terasa hingga wilayah perbatasan Indonesia bagian utara.

Warga di Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan setelah guncangan kuat tersebut.

Getaran gempa memicu kepanikan warga di beberapa pulau terluar yang berada dekat dengan zona subduksi aktif di kawasan tersebut.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat guncangan yang berlangsung cukup lama.

Rumah Warga dan Fasilitas Ibadah Rusak

Berdasarkan laporan awal di lapangan, beberapa rumah warga di wilayah terdampak mengalami kerusakan parah, mulai dari dinding retak hingga bagian bangunan yang roboh.

Selain rumah warga, petugas juga menerima laporan adanya rumah ibadah yang ikut terdampak.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan kerusakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tim masih melakukan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan di lapangan.

BPBD dan Basarnas Lakukan Pemantauan

Petugas dari BPBD Sulawesi Utara bersama Basarnas Manado bergerak cepat melakukan koordinasi dan pemantauan di sejumlah wilayah kepulauan.

BERITA LAINNYA :  Heboh! Beredar Video Ucapan Habib Rizieq Akhirnya Pulang ke Indonesia, Teriakan Allahu Akbar Berkumandang

Mereka mengumpulkan data dari berbagai titik untuk memastikan dampak gempa secara menyeluruh.

Selain di Talaud, laporan sementara juga menunjukkan adanya potensi kerusakan di beberapa wilayah kepulauan lain di Sulawesi Utara.

Namun, petugas masih terus memvalidasi informasi tersebut sebelum merilis data resmi.

Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga saat ini, petugas terus mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil untuk tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan.

Pihak berwenang juga masih memantau status potensi tsunami di kawasan tersebut.

Basarnas Manado menegaskan bahwa tim terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak panik, sambil menunggu perkembangan resmi dari otoritas terkait.

Gempa ini kembali mengingatkan bahwa kawasan perbatasan Indonesia–Filipina berada di wilayah rawan aktivitas seismik yang dapat berdampak lintas negara. (*)

1.067 Tayangan