PAD Varia Niaga Samarinda Naik Jadi Rp2,5 Miliar, DPRD Dorong Pengelolaan Aset Daerah

oleh -
oleh
Ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/Ist

PUBLIKKALTIM.COM — Di tengah kebutuhan pemerintah daerah untuk memperkuat pendapatan tanpa menambah beban masyarakat, masih banyak aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Samarinda yang mendorong agar aset-aset tidak produktif dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional melalui Perumda Varia Niaga.

Kepada awak media, ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengungkapkan Perumda Varia Niaga tidak boleh berhenti pada capaian pendapatan yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, perusahaan daerah masih memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan bisnis, terutama dengan mengoptimalkan aset pemerintah yang selama ini belum memberikan kontribusi ekonomi.

Kontribusi Varia Niaga terhadap PAD tercatat meningkat dari sekitar Rp400 juta pada 2024 menjadi Rp500 juta pada 2025, kemudian melonjak hingga kurang lebih Rp2,5 miliar pada 2026.

“Peningkatan ini tentu patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perkembangan yang positif. Namun kami melihat masih banyak potensi yang bisa digarap, terutama dari aset-aset pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal,” Ungkap Iswandi, Jum’at (17/7/2026).

Selain itu, Iswandi menilai pemanfaatan aset daerah dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan PAD tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan tarif atau penambahan pungutan baru.

Karena itu, dirinya mendorong pemerintah daerah melakukan inventarisasi terhadap seluruh aset yang masih menganggur atau belum produktif, sebelum menentukan model usaha yang paling sesuai dengan potensi masing-masing aset.

BERITA LAINNYA :  Kasus Positif-Sembuh Covid-19 Terus Meningkat, Sekretaris Dinkes Kaltim Sebur Tetap Waspada

Sebagai langkah awal, Iswandi menambahkan pihaknya berencana memfasilitasi pertemuan antara Perumda Varia Niaga, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kami ingin seluruh aset yang masih idle dapat diinventarisasi bersama, kemudian dicari peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan tanpa melanggar aturan,” Ujarnya.

Politisi dari partai PDI Perjuangan itu menekankan, Varia Niaga memiliki peran strategis sebagai BUMD yang tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga mendukung perekonomian dan pelayanan publik.

Saat ini, perusahaan mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya layanan ASIS, parkir, kos syariah, peternakan ayam petelur, serta sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas di Sungai Mahakam.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana PAD terus bertumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, optimalisasi aset daerah harus menjadi fokus pengembangan usaha ke depan,” Tutup Iswandi. (ADV)

1.076 Tayangan