Jukir Liar Kerap Meresahkan Masyarakat, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Dishub Perhatikan Upah Jukir Resmi

oleh -
oleh
Andi Muhammad Afif Rayhan Harun/HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Juru parkir (jukir) resmi mendapat perhatian serius dari anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.

Afif sapaanya mengatakan kehadiran jukir resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah sangat membantu dalam memangkas jukir liar.

Pasalnya, jukir liar ini diketahui secara tidak langsung menjadi masalah dalam menghimpun pundi-pundi dari hasil retribusi.

“Potensi pendapatan dari parkir ini besar sekali. Makanya manajemennya diperbaiki. Jukir binaan diperhatikan upahnya, itu bisa dibicarakan bersama lah,” katanya kepada awak media, Kamis (7/10/2021).

Afif menambahkan kehadiran jukir liar ini banyak meresahkan masyarakat.

Bahkan ditemuinya beberapa jukir liar memasang tarif parkir di atas rata-rata ketentuan.

Selain itu Afif tersebut meminta OPD terkait yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda untuk mengawasi kebocoran kantong parkir yang diduga kerap menjadi mainan oknum tidak bertanggung jawab.

BERITA LAINNYA :  Dukung Penerapan Parkir Non Tunai, DPRD Samarinda Sebut Bankaltimtara Perlu Ikut Terlibat 

“Biar tidak ada kebocoran karena saya duga ada mafia yang bermain. Pemkot dapat sedikit karena kena potong,” kata wakil rakyat yang belum lama dilantik ini.

Lanjutnya, politisi Gerindra tersebut turut mengapresiasi gebrakan yang diluncurkan Pemkot Samarinda terkait sistem e-parking yang telah masuk dalam tahap uji coba.

“Dari data yang saya lihat dan dengar dari Dispenda ada 800 ribu unit kendaraan di Samarinda. Sedangkan kendaraan bermotor 650 unit, sisanya mobil. Ini potensi PAD yang besar sekali,” pungkasnya (Advertorial)

1.179 Tayangan